POJOKSATU.id — Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di kancah internasional.
Melalui tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro yang menamakan diri mereka WaveGuard Madura, UTM berhasil meraih Juara 1 dalam ajang International Maritime Symposium on Hydrodynamic Science and Technology (IMS-HydroST) 2025.
Kompetisi bergengsi yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Tangerang Selatan ini mengusung tema “Empowering Maritime Transformation: Green, Safe, Smart, and Sustainable Solutions through Multi Disciplinary Collaboration”.
Baca Juga: Bagong’s Smart, Inovasi Anak Unnes Bantu Tunanetra Menulis Aksara Jawa
Ajang ini menjadi wadah bagi inovator muda dunia untuk menampilkan karya teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan di bidang kemaritiman.
Dalam kategori Scientific Poster Competition, tim WaveGuard Madura yang terdiri dari Mukhamad Arif Ismail, Mohamad Ahsan Zuhudi, dan Mohamad Dava sukses mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik nasional maupun internasional.
Keberhasilan ini merupakan buah dari riset yang mereka jalankan secara serius selama tujuh bulan, ditambah satu bulan penuh masa persiapan intensif menjelang kompetisi.
Didampingi oleh dosen pembimbing Adi Kurniawan Saputro, S.Pd., M.T., tim ini menghadirkan karya unggulan bertajuk Smart Buoy, yaitu pelampung cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk sistem pemantauan laut, khususnya di kawasan Selat Madura.
Baca Juga: Media Israel Tulis Prabowo Batal ke Sana Gara-gara Rencana Itu Bocor ke Pers, Kini Selamatkan Muka
Inovasi ini lahir dari riset mandiri selama delapan bulan yang memadukan teknologi digital dan kepedulian terhadap keselamatan ekosistem maritim.
Menurut Adi Kurniawan, Smart Buoy dirancang untuk membantu memantau kondisi laut secara cepat, akurat, dan berkesinambungan.
“Alat ini mampu mendeteksi potensi bahaya lebih dini, seperti perubahan arus atau cuaca ekstrem, sehingga aktivitas kelautan bisa berlangsung dengan aman,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Smart Buoy bukan sekadar bukti kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat, tetapi juga kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan laut Indonesia.
“Melalui sistem berbasis AI ini, kita bisa memperluas cakupan riset maritim modern yang efisien dan berdampak langsung,” ujarnya.
Inovasi tersebut juga membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi maritim nasional.
Selain berfungsi untuk keselamatan pelayaran, Smart Buoy berpotensi menjadi model inovasi yang bisa diaplikasikan secara luas di berbagai perairan Nusantara.
Capaian WaveGuard Madura menegaskan posisi Universitas Trunojoyo Madura sebagai kampus yang konsisten melahirkan riset berdampak dan inovasi berkelas dunia.
Prestasi ini sekaligus menambah deretan penghargaan internasional yang berhasil diraih UTM, membuktikan bahwa kampus di ujung Madura tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan teknologi dan keberlanjutan maritim Indonesia. ***




