POJOKSATU.id, PEMERINTAH resmi meluncurkan Program Magang Nasional 2025, sebuah langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru di seluruh Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pemerataan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Program Magang Nasional ini.

“Rule pertamanya adalah kita ingin ada pemerataan, baik itu lintas geografi maupun pemerataan program studi serta sektor industri,” ujar Yassierli di sela Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta, dikutip Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menambahkan, pemerintah ingin membuka peluang magang bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan dan bidang keahlian.

Baca Juga: iBrain2U, Pendiagnosa Berbasis AI Inovasi Cerdas ITS, Lebih Cepat Diagnosa Penyakit Otak

“Kita tentu akan melihat tidak hanya posisi tertentu, tapi juga variasi jenis pekerjaan untuk pemagang, sehingga berbagai program studi para calon peserta magang ini bisa diakomodasi,” jelasnya.

Hingga kini, tercatat sedikitnya 1.000 perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam Program Magang Nasional 2025.

Pendaftaran perusahaan dan usulan program pemagangan telah dibuka sejak 1–14 Oktober 2025.

Setelah itu, proses pendaftaran peserta akan berlangsung hingga 15 Oktober 2025.

“Ini adalah kesempatan yang baik bagi perusahaan untuk mengenalkan perusahaannya kepada para pencari kerja,” kata Yassierli.

Baca Juga: Ditutup 15 Oktober, GIST Scholarship Hadirkan Beasiswa S2 dan S3 Penuh di Korea Selatan untuk Mahasiswa Internasional, Cek Persyaratannya

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menilai, program ini juga menjadi ruang bagi para fresh graduate untuk mengenal lebih dekat dunia industri yang sebenarnya.

“Kesempatan yang baik untuk para pencari kerja mendapatkan exposure terkait industri dan peningkatan kompetensi di tempat kerja,” tambahnya.

Selain memberi manfaat bagi peserta, program ini juga berperan penting bagi pemerintah sebagai jembatan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, yang dikenal dengan konsep School to Work Transition Program.

“Sesudah dia lulus, kemudian kita buat suatu magang nasional yang masif, sehingga mereka mendapatkan kompetensi. Sesudah itu kemudian mereka bisa bekerja,” terang Menaker.

Baca Juga: BeCool, Inovasi Cat Reflektif UPI Bandung, Bisa Lawan Suhu Panas Kota, Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Pada tahap awal, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan kuota bagi 20.000 peserta magang.

Para peserta akan menjalani program selama enam bulan dan menerima uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Pembayaran dilakukan pemerintah melalui bank-bank Himbara, yakni BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.

Selain uang saku, peserta juga akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM).

Tak hanya itu, mereka juga akan didampingi mentor dari perusahaan tempat magang dan menerima sertifikat resmi setelah menyelesaikan program penuh.

Baca Juga: Mahasiswa USU Ciptakan BIOFLAEIS, Kemasan Makanan Ramah Lingkungan dari Pelepah Sawit dan Daun Pepaya

Sesuai dengan Permenaker No. 8 Tahun 2025, program ini ditujukan bagi lulusan diploma (D1–D4) dan sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun sebelum mendaftar.

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform maganghub.kemnaker.go.id, dengan ketentuan ijazah diterbitkan antara 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025.

Program ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman profesional sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. ***