POJOKSATU.id - Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025 tahap 2 sudah sampai pada tahapan penting yaitu Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).
Pada UTBK UKPPPG ini ada studi kasus yang wajib untuk dijawab oleh bapak ibu guru.
Bapak ibu guru nantinya diminta untuk menuliskan pengalaman nyata selama melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.
Ada empat konteks dalam studi kasus PPG Guru Tertentu Tahun 2025 yaitu:
- Media Pembelajaran
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
- Strategi Pembelajaran
- Penilaian
Baca Juga: Penemuan Mayat Gegerkan Warga Purwasari Karawang
Dan ada empat pertanyaan yang harus dijawab oleh bapak ibu guru dalam studi kasus ini.
Pertanyaan ini memiliki jawaban yang isinya tentang pengalaman bapak ibu saat melaksanakan pembelajaran.
1. Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi?
2. Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya?
3. Apa hasil dari upaya Anda tersebut?
4. Pengalaman berharga apa yang bisa Anda petik Ketika menyelesaikan permasalahan tersebut?
Pada artikel ini Pojoksatu.id akan memberikan contoh studi kasus LKPD untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
1. Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi?
Sebagai guru Bahasa Indonesia SMP, saya menyadari bahwa LKPD yang saya gunakan sebelumnya kurang mampu memotivasi siswa untuk belajar secara efektif. Sebagian besar LKPD hanya berisi kumpulan soal yang bersifat hafalan dengan teks Panjang yang membosankan. Siswa seringkali mengerjakan LKPD dengan asal-asalan atau hanya menyalin jawaban dari teman saja tanpa memahami konsep yang sedang dipelajari.
Permasalahan lain adalah Bahasa instruksi dalam LKPD yang saya buat terkadang terlalu formal atau bahkan terlalu teknis, sehingga siswa dengan kemampuan literasi yang rendah kesulitan untuk memahaminya. Akibatnya, mereka sering bertanya berulang kali tentan maksud soal yang diberikan.
LKPD juga jarang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpikir kritis, atau juga berkolaborasi. Misalnya pada materi Menyusun teks eksposisi, siswa hanya diminta menulis teks berdasarkan tema tertentu tanpa ada tahapan yang memandu mereka dalam Menyusun kerangka atau mengidentifikasi kaidah kebahasaan. Selain itu, tingkat kesulitan soal pada LKPD kurang bervariasi, soal terlalu mudah bagi siswa yang pandai dan terlalu sulit bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Baca Juga: KA Tawangjaya Premium Tertemper Mobil Dua Tewas
2. Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya?
Untuk mengatasi masalah tersebut saya mulai mendesain ulanh LKPD yang saya buat dengan menggunakan pendekatan yang lebih kontekstual, menarik dan sesuai karakteristik siswa SMP. Saya mempelajari contoh LKPD inovatis dari pelatihan guru serta forum Pendidikan. Tampilan LKPD saya buat lebih visual dengan menambahkan ilustrasi, table dan juga ikon yang lebih mudah untuk dipahami siswa.
Saya menyerdahanakan Bahasa instruksi agar lebih komunikatif dan membagi soal berdasarkan tingkat kesulitan. LKPD juga saya lengkapi dengan tahapan yang memandu siswa berpikir, mulai dari mengidentifikasi masalah, Menyusun ide, hingga menghasilkan produk akhir. Misalnya pada materi menulis teks narasi, siswa saya minta Menyusun alur cerita melalui diagram sebelum menulis teks lengkap.
Selain itu, saya menambahkan aktivitas kolaboratif. Beberapa bagian LKPD didesain untuk dikerjakan berkelompok, seperti menganalisis struktur teks atau Menyusun paragraph acak menjadi teks yang padu. Di akhir LKPD saya menyertakan pertanyaan refleksi agar siswa dapat menilai pemahaman mereka sendiri.
3. Apa hasil dari upaya Anda tersebut?
Setelah LKDP diperbaiki, siswa terlihat lebih antusias mengerjakannya. Tampilan yang lebih menarik dan instruksi yang jelas membuat mereka lebih mudah memahami langkah-langkah ang harus dilakukaan. Diskusi kelompok berjalan lebih aktif karena LKPD memandu mereka bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.
Baca Juga: Pertamina Regional JBB Hijaukan Taman Kehati Kiara Payung dengan 100 Pohon Endemik Jawa Barat
Siswa dengan kemampuan rendah lebih terbantu dengan adanya panduan bertahap, sedangkan siswa yang lebih mahir merasa tertantang dengan soal tambahan yang bersifat analitis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep, terutama pada materi yang sebelumnya dianggap sulit seperti Menyusun teks eksposisi atau menganalisis kaidah kebahasaan.
4. Pengalaman berharga apa yang bisa Anda petik Ketika menyelesaikan permasalahan tersebut?
Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa LKPD yang baik bukan hanya sekadar kumpulan soal saja, tetapi juga harus mampu memandu siswa membangun pemahaman yang baik terhadap materi pebelajaran. Tampilan visual yang menarik, instruksi yang jelas dan juga aktivitas kolaboratif mmebuat siswa lebih termotivasi. Saya juga menyadaru pentingnya menyesuaikan LKPD dengan perbedaan kemampun siswa agar pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.
Itu dia contoh studi kasus LKPD untuk guru Bahasa Indonesia di jenjang SMP.
***



