POJOKSATU.id — Dr. Qurratul Aini, SKG., M.Kes., dosen Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengembangkan alat deteksi telur busuk portabel.
Alat ini dirancang secara sederhana dan praktis, sehingga dapat digunakan oleh ibu rumah tangga maupun pelaku usaha kecil untuk memastikan kualitas telur yang akan dikonsumsi.
Inovasi ini lahir dari keprihatinannya melihat banyak rumah tangga masih mengandalkan cara tradisional untuk menilai kualitas telur.
Baca Juga: Giliran Yusril Kritik Kuasa Hukum Delpedro Marhaen, Ungkit Kisah Bung Karno dan Adnan Buyung
Padahal, risiko kesehatan cukup besar jika mengonsumsi telur yang terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau Listeria.
“Awalnya ide ini lahir dari program pengabdian masyarakat. Saya sering mengedukasi ibu-ibu Dasawisma tentang pentingnya nutrisi keluarga. Ironisnya, telur bagus justru dijual, sementara yang kurang bagus malah dikonsumsi sendiri,” ujar Dr. Aini.
at ini bekerja dengan prinsip kemampuan cahaya menembus cangkang telur. Komponennya meliputi bodi portabel, sensor inframerah, lampu LED, sensor fotodioda, unit mikrokontroler berbasis Arduino Nano, layar tampilan hasil, serta catu daya isi ulang.
Hasil deteksi kemudian dikategorikan menjadi tiga, yaitu: telur kurang bagus, bagus, dan sangat bagus. Dengan cara ini, masyarakat tidak lagi perlu mengandalkan insting, karena alat memberikan hasil yang lebih akurat.
Tidak hanya untuk telur ayam, alat ini juga bisa digunakan untuk telur bebek, puyuh, hingga angsa.
Inovasi tersebut dikembangkan bersama almarhum Romadhani Syahputra, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro UMY.
Proses pembuatannya memakan waktu kurang dari satu tahun dengan biaya produksi relatif murah, yakni di bawah Rp200 ribu per unit.
Jika dipasarkan, alat ini diperkirakan dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp275 ribu, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ke depan, Dr. Aini berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar alat tidak hanya berfungsi mendeteksi kualitas telur, tetapi juga mampu menampilkan kandungan protein dan albumin secara detail.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 2025, Kemenag Ingatkan Umat Islam Gelar Salat Khusuf dan Perbanyak Doa
Dengan begitu, inovasi ini diharapkan menjadi media edukasi gizi interaktif bagi masyarakat.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
“Harapannya, alat ini tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga sarana edukasi yang membantu masyarakat memastikan konsumsi protein yang aman, sehat, dan berkualitas di rumah,” pungkasnya.***



