POJOKSATU.id - Selama 40 hari, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa IPB University dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2025.
Kehadiran mahasiswa ini membawa warna baru bagi masyarakat desa melalui sejumlah program kerja yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga pada edukasi, pertanian, serta keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan KKN-T di Desa Ciptamargi berlangsung dengan penuh semangat, dimulai dari berbagai agenda sosialisasi hingga aksi nyata di lapangan.
Program yang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan.
Baca Juga: Pengacara Ungkap Kacab BRI Cempaka Putih Tewas di Cawang, Oknum Aparat Inisial F Disebut Terlibat
Program yang telah dilaksanakan berupa kegiatan bertajuk Gemar Gizi, PESONA, Incinerator dan Rubuha, Ketahanan Keluarga sebagai bekal bagi calon pengantin, pengecekan pH tanah dan penyusunan profil Desa.
Gemar Gizi hadir dilatarbelakangi dengan isu stunting yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang.
Menyadari hal tersebut, mahasiswa KKN-T IPB University menghadirkan program ini pada tanggal 5, 7, dan 8 Juli 2025.
Program ini berupa sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar para ibu-ibu serta kader posyandu.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, khususnya bagi tumbuh kembang anak. PMT juga dikenalkan sebagai salah satu langkah sederhana, tetapi efektif untuk mencegah stunting.
Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi.
Tidak hanya bidang kesehatan, KKN-T IPB University juga menaruh perhatian pada sektor ekonomi masyarakat. Pada 11–20 Juli 2025, mahasiswa melaksanakan program PESONA (Penguatan Sosial Media dan Identitas Usaha) yang didedikasikan untuk mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang di era digital.
Mahasiswa membantu UMKM dalam pembuatan logo, branding produk, pengelolaan media sosial, hingga pencantuman lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan konsumen. Selain itu, pelatihan pencatatan keuangan sederhana juga diberikan agar para pelaku usaha dapat mengatur arus kas secara lebih rapi dan terukur.
Kepedulian terhadap lingkungan juga tercermin melalui program pembuatan Incinerator sederhana dan sosialisasinya yang digelar di kantor Desa Ciptamargi pada tanggal 16 dan 23 Juli 2025.
Baca Juga: Nasdem Kota Cirebon Resmi Dilantik, Eti Herawati Tegaskan Solidaritas Partai
Incinerator diperkenalkan sebagai teknologi alternatif dalam mengurangi permasalahan sampah rumah tangga yang sering kali menjadi persoalan desa.
Melalui Metode ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Sementara itu, dalam mendukung sektor pertanian, mahasiswa turut memperkenalkan Rubuha (Rumah Burung Hantu) sebagai metode alami pengendalian hama tikus. Pembuatan rubuha dilakukan pada 18–19 Juli, dan pemasangan di sawah warga dilaksanakan pada 20 Juli dengan melibatkan perangkat desa serta para petani. Program ini diharapkan dapat membantu petani dalam menjaga hasil panen tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan kimia.
Selain kesehatan dan lingkungan, mahasiswa KKN-T juga memperhatikan aspek ketahanan keluarga. Pada 23 Juli, diselenggarakan kegiatan Edukasi Pra-Nikah di Kantor KUA Cilebar. Sasaran kegiatan ini adalah para calon pengantin yang diberikan wawasan mengenai kesiapan mental, pemahaman tentang pernikahan, serta pentingnya membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis.
Baca Juga: Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Sampaikan Permintaan Maaf
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran calon pengantin agar lebih siap memasuki kehidupan berumah tangga, tidak hanya dari sisi lahiriah tetapi juga dariA segi psikologis dan spiritual.
Bidang pertanian yang menjadi penopang utama masyarakat Ciptamargi juga mendapat perhatian khusus. Mahasiswa KKN-T melakukan pengecekan pH tanah di beberapa dusun untuk mengetahui kondisi lahan sawah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petani diberikan edukasi tentang cara mempertahankan pH tanah ideal serta langkah-langkah perbaikan jika kondisi tanah kurang sesuai.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan cara ini, pertanian di Desa Ciptamargi bisa lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sebagai salah satu program dasar, mahasiswa KKN-T juga melakukan penyusunan profil desa dengan mendata berbagai aspek penting yang ada di Desa Ciptamargi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama para kepala dusun dan perangkat desa untuk mengumpulkan informasi terkait jumlah penduduk, potensi pertanian, kondisi sosial-ekonomi, serta sarana dan prasarana desa.
Hasil pendataan ini diharapkan menjadi basis data yang dapat digunakan pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan adanya profil desa yang terupdate, perangkat desa memiliki pijakan kuat untuk mengembangkan potensi dan menghadapi tantangan ke depan.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, serta masyarakat, kegiatan KKN-T ini diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang. Desa Ciptamargi kini memiliki bekal pengetahuan dan inovasi baru untuk terus berkembang menuju desa yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.
Koordinator KKN-T IPB University di Desa Ciptamargi, Akbar Putra Triyanto mengungkapkan bahwa KKN-T yang telah dijalani di Desa Ciptamargi ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperkaya pemahaman sebagai mahasiswa tentang kehidupan bermasyarakat, tetapi juga membentuk kepedulian sosial yang lebih kuat di dalam diri kami.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami telah belajar banyak dari interaksi langsung dengan warga, menghadapi berbagai dinamika di lapangan, serta merasakan secara langsung pentingnya kolaborasi dalam membangun desa,” tutur Akbar.
“Semoga seluruh program dan kegiatan yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Lebih dari itu, kami berharap apa yang telah kami mulai di desa ini dapat menjadi fondasi awal bagi lahirnya program-program lanjutan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan serta potensi lokal masyarakat Desa Ciptamargi,” tambahnya.
Melihat besarnya dampak yang diberikan dari program mahasiswa IPB University di Desa Ciptamargi, Nana, Ketua RT 1 Dusun 1 Tegalbuah Desa Ciptamargi menyampaikan antusiasnya.
"Saya pribadi sih sangat puas dengan adanya kegiatan mahasiswa KKN di desa ciptamargi. Saya mewakili aparatur desa ciptamargi sangat berterima kasih, semoga program telah dilakukan tetap bisa berjalan dan berkelanjutan,” harap Nana.***



