POJOKSATU.id, ARTIS dan aktivis Melanie Subono mengirimkan pesan panjang untuk para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di tengah ramainya massa demo di depan Gedung DPR soal tunjangan gaji wakil rakyat.

Melanie Subono mengingatkan, rakyat tidak akan bereaksi kalau saja anggota DPR memiliki empati dan sensitivitas tentang kondisi warga Indonesia.

Cucu Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini mengunggah video berisi imbauan ke anggota DPR terutama para artis yang duduk di Senayan.

"Buat teman-teman, ibu bapak yang ada di MPR, DPR, ini loh mungkin kalian pada bilang 'ih rakyat tukang marah ya, apa-apa diprotes', bukan seperti itu, harusnya namanya saja wakil rakyat yang nomor satu diwakilkan suara rakyat, rakyat yang mana? Rakyat yang kebanyakan, bukan rakyat teman sendiri," ujarnya dilansir dari akun Instagram-nya, Selasa, 26 Agustus 2025.

Baca Juga: Pengacara 4 Penculik Kacab BRI Ungkap Keterlibatan Oknum Aparat, Minta Atensi Kapolri dan Panglima TNI

Dia mengatakan terkadang, masyarakat sedang fokus dengan persoalan kehidupan masing-masing, akan tetapi anggota DPR yang muncul ke permukaan dengan segala pernyataan soal tunjangan dan gaji yang besar.

"Kadang-kadang gini loh, rakyat lagi tenang sibuk sama masalah sendiri, ngutang ke sana kemari, kita tahu gaji lo gede, enggak usah disebut, kita lagi kemacetan, keringatan, belum sampai tempat kerja, ya udah, kita enggak apa-apa, enggak dong suruh kita mundur dengan segala pengawalan lo," tuturnya.

"Kita lagi butuh pendidikan, butuh makan segala macam, enggak usah dong ngomong rakyat beban," sambungnya.

Baca Juga: Terungkap! Peran 8 Tersangka Kasus Kematian Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Ada yang Buntuti Korban

Pejabat negara dan anggota dewan seharusnya bisa memilah apa yang disampaikan ke publik, sehingga tidak perlu jadi kontroversi.

"Dalam arti, ada apapun di kepala lo itu bebas, itu namanya isi kepala. Tapi enggak usah diucap kali, kalau lo sudah jadi publik figure yang mewakili rakyat," sebutnya.

"Kayak orang lagi susah makan, lu posting roti harga Rp200 ribu, rakyat mau mudik susah, lo posting mudik pakai private jet, mau jalan sambil kayang mau jalan mundur ke gedung DPR terserah, kita enggak perlu tahu its ok," tambahnya.

Di sinilah, diperlukan sensitifnya anggota dewan dan terjun ke lapangan agar bisa lebih yakin seperti apa kondisi rakyat.

Baca Juga: Telkom Luncurkan DigiHack 2025: Ajang Inovasi AI Anak Muda untuk Solusi Sosial

"Lu nyemplung, ngelihat bagaimana mereka di tengah lo postingn restoran lu, baju lo, harganya segini, saldo ATM segala macam, ada yang bahkan enggak bisa keluar ASI, harus ngutang dan segala macam," tukasnya.

"Please kalau rakyat lagi diam, jangan diapncing dengan ucapan yang tidak perlu, simpan sendiri aja," tegasnya.

Ke depannya, Melanie berharap tidak ada kejadian anggota dewan joget-joget di dalam Senayan dan disaksikan rakyat.

"Enggak usahlah kalau lagi sidang yang “kami” bayarin, joget. Bukan jogetnya, tapi Mbo pastiin enggak ada Kamera jadi kami pun enggak tau," sentilnya.

Baca Juga: BULAN MENEGANGKAN, Ini Deretan Film Horor Indonesia dan Hollywood Tayang di Bioskop September 2025

Begitu juga, jangan membuat aturan yang jika dilanggar sendiri. Ini menyindir Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang baru saja diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jangan buat aturan korupsi hukum mati, tahu-tahu korup senndiri kan kesal. Kan sama aja bangunin orang lapar, sudah tahu orang kalau lagi lapar dan kepepet itu galak. Apalagi dilakukan oleh wakil rakyat," tandasnya.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

"Apalagi kalau kalian pun konon berangkat dari pernah susah, empati sedikit plis," pungkas Melanie Subono. ***