POJOKSATU.ID - Provinsi Lampung meluncurkan inisiatif baru yang inovatif dalam mengatasi isu ketenagakerjaan, yaitu Kelas Migran Vokasi untuk siswa SMA/SMK.

Program ini menjadi proyek percontohan nasional yang diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Acara ini berlangsung di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung bulan lalu.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Menteri Abdul Karding menilai program ini adalah solusi nyata untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Rumus Strategi GEMBIRA dan Konten Kreator Ubah Wajah Matematika

Program ini dirancang untuk menciptakan migrasi kerja yang legal, terampil, dan terencana.

Melalui program ini, para pekerja migran akan mendapatkan pengalaman kerja global, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring internasional, serta menjadi duta bangsa yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan keluarga mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan latar belakang program ini.

Ia menyoroti tantangan bonus demografi yang dihadapi Lampung, di mana hanya sekitar 21 persen dari 110 ribu lulusan SMA setiap tahunnya yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Baca Juga: Skema PPPK Paruh Waktu 2025, Cek Aturan Masa Kerja dan Ketentuan Hak Pensiun

Ini berarti hampir 90 ribu lulusan langsung memasuki dunia kerja atau bahkan menganggur.

Oleh karena itu, Kelas Migran Vokasi hadir sebagai jawaban untuk menyediakan akses pelatihan, sertifikasi, dan kesempatan kerja, khususnya ke Jepang yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Program ini telah menarik minat lebih dari 8.500 siswa SMA berusia 16-17 tahun yang bersedia mengikuti pelatihan vokasi.

Pelatihan tersebut mencakup penguasaan bahasa dan budaya kerja Jepang. Sebanyak 44 guru bahasa Jepang juga disiapkan untuk mendukung program ini.

Gubernur Rahmat Mirzani menegaskan bahwa tujuan program ini bukan sekadar menyalurkan tenaga kerja, tetapi juga mencetak duta-duta daerah yang mampu membawa nama baik Lampung di kancah internasional.

Selain skema kerja migran, Kementerian juga sedang mengembangkan konsep hutan konservasi produktif sebagai alternatif bagi mereka yang memilih bekerja di dalam negeri dengan fokus pada pekerjaan berbasis lingkungan.

Peluncuran program ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico.

Dengan program Kelas Migran Vokasi ini, diharapkan para lulusan SMA/SMK di Lampung dapat memiliki masa depan yang lebih terarah dan sejahtera.***

Baca Juga: Sudah Nyaman Kerja dengan Gaji UMR, Wanita Muda Asal Nganjuk Pilih Pulang ke Kampung Jadi Petani

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala