POJOKSATU.id — Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.

Juknis OMI 2025 itu diterbitkan melalui Keputusan Dirjen Pendis Nomor 4657 Tahun 2025 dengan tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”.

Unduh Juknis OMI 2025 di sini:
https://drive.google.com/file/d/1fTw0NS1ONdsxOndSyqTwbH3Rr-TFMM-b/view?usp=sharing

Dokumen ini menjadi panduan utama bagi peserta, pembina, dan panitia untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi bergengsi ini.

Baca Juga: Walikota Psp dan Mantan Walikota Irsan Efendi Diperiksa KPK, Total 18 Orang Dipanggil ke Jalan Kenanga

Latar Belakang OMI 2025

OMI hadir sebagai wadah kompetisi dan kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah, membentuk generasi unggul berkarakter Islami, serta memadukan sains, teknologi, dan budaya lokal agar lahir inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.

Kompetisi ini mengedepankan nilai kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan.

Tujuan dan Hasil yang Diharapkan

OMI 2025 bertujuan mendorong inovasi, kreativitas, pola pikir kritis, dan akhlak mulia siswa madrasah dengan target lahirnya bibit unggul.

Baca Juga: Apple Back to School 2025, Tunjang Akademik Ada Promo Beli Mac atau iPad, Dapat AirPods Gratis dan Aksesori Pilihan

Tumbuhnya minat riset, serta terciptanya generasi pencinta ilmu pengetahuan yang siap berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Tujuan khususnya meliputi:

1. Memberikan ruang kompetisi sehat di bidang sains dan riset.

2. Memotivasi siswa untuk mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

3. Menumbuhkan budaya kompetisi jujur dan kolaboratif.

4. Mencetak duta madrasah berprestasi.

Cabang Lomba OMI 2025

OMI 2025 terbagi menjadi dua bidang utama:

1. Bidang Sains

- MI/SD: Matematika Terintegrasi, IPAS Terintegrasi, IPS Terintegrasi.

- MTs/SMP: Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, Fisika Terintegrasi.

- MA/SMA: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi.

Baca Juga: Aset dan Laba Bank Umum di Jabar Turun, BPR & BPRS Masih Tumbuh Positif

2. Bidang Riset

- Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi).

- Sustainable Development Goals (SDGs).

- Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.

Jadwal Pelaksanaan OMI 2025

Bidang Sains:

- Tingkat satuan pendidikan: 11–16 Agustus 2025.

- Kabupaten/Kota: 1–2 September 2025.

- Provinsi: 2–3 Oktober 2025.

- Nasional: 4–5 November 2025.

Bidang Riset:

- Pendaftaran proposal: 11 Agustus – 8 September 2025.

- Presentasi proposal: 12–14 September 2025.

- Pembimbingan riset: 15 September – 21 Oktober 2025.

- Final dan Expo: 3–6 November 2025.

Baca Juga: TNI Memiliki Wakil Panglima Lagi, Jenderal Tandyo Budi Revita Setelah 25 Tahun Kosong, Ini Profilnya

Framework Kompetisi

Pada bidang sains, integrasi meliputi nilai keislaman, teknologi mutakhir, kearifan lokal, kurikulum cinta ilmu, dan pengembangan berpikir kritis.

Sedangkan bidang riset fokus pada inovasi berbasis nilai agama, pencapaian SDGs, dan pemanfaatan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan.

Ketentuan Peserta

1. Bidang Sains: WNI siswa madrasah atau sekolah dengan NISN aktif, berada di kelas V–VI, VII–IX, atau X–XII tahun ajaran 2025/2026, dan hanya mengikuti satu bidang lomba.

2. Bidang Riset: WNI siswa MTs atau MA, belum pernah juara satu MYRES di bidang yang sama, proposal orisinal, bebas plagiat, serta dapat mengikuti lomba secara individu atau kelompok maksimal tiga orang.

Sistem Penilaian

Bidang sains dinilai dari tes pilihan ganda, esai, hingga eksperimen, sedangkan bidang riset dinilai dari orisinalitas ide, metode penelitian, kebermanfaatan, dan kemampuan presentasi.

Jika nilai sama, penentuan pemenang mempertimbangkan jawaban benar, jumlah salah, waktu pengerjaan, dan hasil tahap sebelumnya.

Baca Juga: Kurangi Ketergantungan pada Telkomsel, Telkom Bidik Industri Satelit LEO dan Infrastruktur Digital

Penghargaan

Bidang Sains akan memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu di tiap jenjang MI, MTs, dan MA dengan total ratusan medali.

Bidang Riset juga memberikan medali di tiap bidang, plus penghargaan khusus untuk presentasi, poster, dan expo terbaik.

Dengan memahami Juknis dan mempersiapkan diri secara optimal, OMI 2025 diharapkan menjadi ajang lahirnya inovator muda Islami yang menguasai teknologi dan mampu bersaing di tingkat global.***

Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran Whatsapp

FanPage Edugov