Baik ayah, bunda susun artikelnya supaya rapi, mengalir, dan sesuai kaidah pemberitaan ya.


POJOKSATU.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari Telkomsel.

Perusahaan pelat merah tersebut mulai membidik sektor infrastruktur digital dan satelit Low-Earth Orbit (LEO) sebagai pendorong pertumbuhan baru.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menyebut fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada bisnis digital infrabusiness, yang meliputi menara telekomunikasi, jaringan fiber, pusat data (data center), satelit, serta bisnis internasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pilih Teddy jadi Seskab karena Kedekatan Personal? Ini Analisa Pengamat

"Ke depannya, digital infrabusiness ini kami targetkan bisa menyumbang 40-50% dari total pendapatan," ujarnya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Proyek Bernilai Besar

Arthur menegaskan Telkom akan memprioritaskan investasi pada proyek berskala besar dengan tingkat pengembalian modal (yield) tinggi.

Alokasi belanja modal (capex) dilakukan secara selektif agar setiap proyek yang dijalankan mampu memberikan kontribusi signifikan.

Fokus pada proyek bernilai besar juga membuat Telkom lebih terbuka bekerja sama dengan mitra strategis.

Baca Juga: Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan Jabar Melambat, Kredit Tumbuh 3,63 Persen per Juni 2025

Meski harus berbagi keuntungan, Telkom siap menerima margin lebih rendah selama yield yang dihasilkan tetap tinggi.

"Targetnya, bisnis Telkom tidak lagi bergantung pada Telkomsel. Unit bisnis lain harus bisa tumbuh mandiri dan menghasilkan revenue sendiri," tegasnya.

Fokus pada Data Center, Fiber, dan Tower

Meski belum mengungkap detail rencana bisnis, Arthur memastikan bahwa Telkom akan berfokus pada pengembangan data center, jaringan fiber, dan infrastruktur menara telekomunikasi.

"Diskusi sih sudah. Tapi untuk rencana detailnya belum bisa kami sampaikan," katanya.

Baca Juga: KAI Resmi Umumkan Komisaris dan Direksi Baru, Fokus Perkuat Layanan dan Inovasi, Ini Susunan Lengkap Dewan Komisaris dan Direksi PT KAI

Satelit LEO Jadi Target Baru

Selain infrastruktur digital, Telkom juga membidik industri satelit LEO yang kini tengah berkembang pesat.

Melalui anak usaha Telkomsat, perusahaan menilai teknologi LEO cocok dengan topografi dan geografi Indonesia.

"LEO akan menjadi evolusi berikutnya atau game changer dalam bisnis satelit. Tren ini sudah kami lihat sejak Telkomsat, dan kami yakin potensinya besar," jelas Arthur.

Teknologi LEO saat ini sudah diisi oleh pemain global seperti Starlink, dan diperkirakan akan menjadi tren besar di masa depan.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Menolak Mundur Meski Desakan Pendemo Kian Memanas!

Namun, Arthur belum bersedia mengungkap siapa calon mitra Telkom di sektor ini.

"Wah, kalau itu saya belum bisa jawab," pungkasnya.

Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami: