POJOKSATU.id, LABA-laba bukan hanya predator andal, tetapi juga arsitek ulung di dunia hewan. Mereka memproduksi sutra melalui kelenjar khusus yang disebut spinneret, terletak di bagian belakang tubuh.
Sutra ini memiliki berbagai jenis dengan fungsi berbeda, mulai dari membuat kerangka jaring, bagian lengket untuk menjebak mangsa, hingga membungkus mangsa setelah tertangkap.
Bahan Penyusun Jaring
Jaring laba-laba pada dasarnya terbuat dari serat protein dengan kandungan asam amino utama berupa alanin dan gglisin.
Beberapa jenis jaring juga mengandung serin dan prolin. Kandungan glisin membentuk area amorf pada struktur serat sehingga memberikan elastisitas, sedangkan alanin membentuk area kristalin melalui ikatan hidrogen yang membuat jaring sangat kuat.
Kombinasi inilah yang membuat jaring laba-laba bukan hanya kokoh, tetapi juga lentur.
Laba-laba menghasilkan beberapa jenis sutra sesuai fungsinya:
1.Sutra flagelliform: lengket dan lentur, digunakan untuk memerangkap mangsa.
2.Sutra aciniform: digunakan untuk membungkus mangsa yang sudah terjebak.
3. Sutra piriformis: berfungsi menguatkan struktur jaring.
4. Sutra tubiliform: melindungi kantung telur.
Baca Juga: FAKTA SAINS: Fenomena Aurora Borealis, Proses Ilmiah si Cahaya Utara yang Menakjubkan
Para ahli kimia material telah mencoba mensintesis serat dengan kekuatan dan kelenturan menyerupai sutra laba-laba, dan hasilnya membuktikan bahwa sutra alami jauh lebih unggul.
Menurut penelitian, jaring laba-laba lima kali lebih kuat dari baja dan lebih keras dari Kevlar, yaitu serat karbon ringan yang terkenal sangat kuat.
Namun, meski kuat, jaring tetap mudah rusak saat tersentuh manusia. Alasannya, diameter benangnya hanya sekitar 0,003 milimeter, atau 20 kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia.
Tahapan Membuat Jaring
Proses dimulai dengan pelepasan benang awal yang sangat tipis dan tertiup angin hingga menempel pada permukaan yang jauh.
Benang ini menjadi titik jangkar pertama.
Laba-laba kemudian memperkuat titik itu dan membangun benang melintang sebagai kerangka utama. Setelah kerangka dasar selesai, ia menambahkan “jari-jari” yang menghubungkan pusat jaring ke tepi.
Langkah berikutnya adalah menenun spiral non-lengket dari pusat ke luar. Spiral ini berfungsi sebagai panduan sebelum bagian paling mematikan dibuat, yaitu spiral lengket.
Spiral ini mengandung zat perekat alami yang sangat efektif menjebak serangga.
Membangun jaring memerlukan energi besar, sehingga laba-laba menghemat sumber daya dengan memakan kembali bagian jaring lama yang rusak.
Protein dari jaring lama ini kemudian didaur ulang menjadi benang baru.
Pola spiral pada jaring membuatnya tetap efektif meski sebagian benang putus, dan beberapa spesies bahkan membangun jaring baru setiap malam untuk meningkatkan peluang menangkap mangsa.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Selain sebagai perangkap, jaring juga berfungsi sebagai sistem deteksi, getaran pada benang memberi sinyal kepada laba-laba tentang keberadaan mangsa, sehingga ia bisa segera melumpuhkan dan membungkusnya dengan sutra khusus. ***




