POJOKSATU.id — Kuliah memang bisa menjadi masa yang penuh peluang, tetapi juga penuh tantangan. Tugas menumpuk, jadwal padat, kegiatan organisasi, hingga pekerjaan sampingan sering kali membuat mahasiswa mengalami burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat tekanan yang berkepanjangan.

Jika dibiarkan, burnout dapat menghambat prestasi, menurunkan kesehatan, bahkan membuat motivasi belajar hilang.

Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa, tetapi akumulasi stres yang membuat seseorang kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai.

Mahasiswa yang mengalaminya cenderung sulit fokus, lebih mudah marah, merasa tidak berdaya, dan menunda-nunda pekerjaan. Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Disetujui Sri Mulyani, Gaji Pokok Plus 7 Tunjangan PNS Cair Bareng, Nominalnya Bikin Senyum Lebar

1. Kenali penyebab burnout

Burnout biasanya muncul karena beban akademik yang berlebihan, manajemen waktu yang buruk, tekanan untuk berprestasi, hingga kurangnya waktu istirahat. Mengetahui penyebabnya akan membantu mencari solusi yang tepat.

2. Atur ulang prioritas dan jadwal

Gunakan metode manajemen waktu seperti to-do list atau teknik Pomodoro untuk membagi waktu belajar dan istirahat. Jangan memaksakan diri mengerjakan semua hal sekaligus.

3. Sisihkan waktu untuk istirahat dan self-care

Tidur cukup, olahraga ringan, meditasi, atau sekadar berjalan santai dapat membantu memulihkan energi. Aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik atau membaca buku non-akademik juga efektif.

Baca Juga: Disetujui Sri Mulyani, Gaji Pokok Plus 7 Tunjangan PNS Cair Bareng, Nominalnya Bikin Senyum Lebar

4. Kurangi multitasking berlebihan

Mengerjakan banyak hal sekaligus bisa membuat otak cepat lelah. Fokuslah pada satu tugas hingga selesai sebelum berpindah ke tugas berikutnya.

5. Bangun lingkungan belajar yang nyaman

Pilih tempat belajar yang rapi, tenang, dan bebas distraksi. Lingkungan yang kondusif dapat meningkatkan fokus dan mengurangi stres.

6. Jaga keseimbangan kehidupan kampus dan sosial

Luangkan waktu untuk berinteraksi dengan teman, keluarga, atau mengikuti kegiatan positif di luar kuliah. Keseimbangan ini akan membantu menjaga kesehatan mental.

7. Cari bantuan jika diperlukan

Jika burnout terasa berat, bicarakan dengan teman dekat, keluarga, atau konselor kampus. Dukungan dari orang lain bisa membantu melihat masalah dari sudut pandang berbeda.

Baca Juga: Ujian Susulan UTBK UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2025, Catat Jadwal dan Ketentuannya

Mengatasi burnout bukan hal instan, tetapi dengan langkah yang konsisten, mahasiswa bisa kembali bersemangat menjalani perkuliahan.

Ingat, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi akademik.***

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage edugov