POJOKSATU.id, BELAKANGAN ini, media sosial diramaikan oleh informasi yang menyebutkan bahwa Kartu Prakerja Gelombang ke-75 telah dibuka pada Agustus 2025.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa pemerintah menyediakan kuota sebanyak 200 ribu peserta dengan fokus utama pelatihan di bidang keterampilan digital, bahasa Inggris, dan kewirausahaan.
Banyak warganet yang antusias dan langsung membagikan informasi tersebut tanpa melakukan pengecekan ulang.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi tersebut dipastikan tidak berasal dari sumber resmi. Hingga saat ini belum ada pengumuman valid mengenai pembukaan gelombang baru Prakerja dari pihak pemerintah.
Artinya, kabar tersebut masuk dalam kategori hoaks dan sangat berisiko menyesatkan masyarakat, terutama yang sedang mencari kesempatan pelatihan atau insentif ekonomi.
Program Kartu Prakerja memang menjadi salah satu program andalan pemerintah sejak diluncurkan pada 2020 dengan tujuan meningkatkan kompetensi angkatan kerja melalui pelatihan bersertifikat yang disertai insentif.
Baca Juga: Ayah Prada Lucky soal Pembunuh Anaknya: Kalau Bisa Semua Dihukum Mati!
Program ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat dan tidak jarang menjadi sasaran penyebaran informasi palsu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah menegaskan bahwa segala informasi resmi terkait program Kartu Prakerja hanya akan diumumkan melalui situs web www.prakerja.go.id dan akun Instagram @prakerja.go.id.
Jika ada informasi yang tidak berasal dari dua saluran resmi tersebut, kemungkinan besar informasi tersebut palsu, bahkan berpotensi menipu.
Warga juga diminta untuk tidak mudah memberikan data pribadi ke situs yang mengaku sebagai pendaftaran Prakerja, apalagi jika situs tersebut mencurigakan atau meminta imbalan dalam bentuk uang.
Pendaftaran Kartu Prakerja tidak pernah dipungut biaya dan seluruh prosesnya dilakukan secara daring di situs resmi.
Jika kamu menerima pesan atau unggahan semacam itu, jangan langsung percaya atau menyebarkannya.
Baca Juga: Profil Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Anggota TNI AD di NTT yang Diduga Tewas Dianiaya Senior
Cek dulu kebenarannya, konfirmasi ke situs resmi, atau cari klarifikasi dari sumber yang dapat dipercaya.
Bila memungkinkan, bantu hentikan penyebaran informasi palsu dengan menyebarkan fakta dan klarifikasi yang benar agar masyarakat tidak menjadi korban hoaks dan penipuan berkedok program pemerintah.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Ingat, satu klik menyebarkan informasi palsu bisa berdampak besar. Mari lebih bijak dalam berbagi informasi, terutama yang menyangkut program-program publik seperti Kartu Prakerja. ***




