POJOKSATU.id — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ) mengadakan workshop pelatihan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk dosen pada Rabu (6/8/2025), di Aula lantai 4 FEB UMJ.
Adanya kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan meningkatkan relevansi lulusan FEB terhadap kebutuhan industri dan pemangku kepentingan.
Dekan FEB UMJ, Luqman Hakim menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam menjawab tantangan ketimpangan antara dunia akademik dan dunia kerja.
“OBE ini membuat kita berpikir bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang meningkatkan kualitas mahasiswa. Lulusan FEB UMJ harus relevan bagi industri dan pemangku kepentingan,” ujarnya.
Jawab Kesenjangan Dunia Akademik dan Industri
Menurut Luqman, pendekatan OBE memungkinkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik.
Namun juga kompetensi penting lainnya seperti critical thinking, public speaking, sikap profesional, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Bukan lagi lulusan yang mencari pemangku kepentingan, tapi pemangku kepentingan yang mencari lulusan kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar penerapan kurikulum OBE di lingkungan FEB UMJ mampu menjadi solusi atas ketimpangan yang sering terjadi.
Yakni antara kecepatan perkembangan industri dan lambannya penyesuaian dalam sistem pembelajaran akademik.
Baca Juga: Prodi Sastra Indonesia UNJ Gelar Pelatihan Foto Produk untuk UMKM di Karawang
Bahas Strategi Implementasi OBE
Workshop ini menghadirkan narasumber utama Prof Purwanto, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pemaparannya, Prof Purwanto menjelaskan secara komprehensif konsep dasar dan urgensi penerapan kurikulum OBE.
Materi yang disampaikan meliputi:
- Pengenalan prinsip dasar OBE
- Contoh penerapan OBE di berbagai institusi
- Perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
- Penyusunan rubrik penilaian CPL dan peta kurikulum
- Pengukuran CPL
- Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) program studi
“Kita memiliki tanggung jawab sebagai penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik untuk mahasiswa, fakultas, maupun universitas,” kata Prof Purwanto.
Kerangka Perbaikan Berkelanjutan
Prof Purwanto menekankan bahwa OBE adalah proses pendidikan yang menitikberatkan pada apa yang dapat dilakukan mahasiswa setelah mereka menyelesaikan proses belajar.
Ini berbeda dengan pendekatan konvensional yang berfokus hanya pada transfer pengetahuan.
“OBE membuat kurikulum lebih terarah dan selaras. Lulusan menjadi lebih relevan bagi industri dan pemangku kepentingan, serta menjadi dasar perbaikan berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan tantangan nyata di dunia kerja.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



