POJOKSATU.id — Tim pengabdian Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan fotografi produk di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jumat 26 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pengabdian masyarakat untuk mendukung pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.
Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kualitas visual produk kopi agar tampil lebih menarik dan profesional sehingga mampu bersaing di pasar digital.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, pelatihan ini memberi bekal penting bagi pelaku usaha kopi lokal yang ingin meningkatkan daya tarik produknya.
Pelatihan dipimpin oleh Ahmad Maulana Ghufar, dosen Sastra Indonesia UNJ, bersama dua mahasiswa pendamping, Sha Sha Ayu Amanda dan Syafna Achmad Zaini.
Ide pelatihan ini lahir dari hasil observasi yang dilakukan sejak awal tahun 2025 bersama kepala desa dan para pelaku usaha kopi setempat.
“Waktu observasi di awal 2025, kami melihat produk kopi yang sangat bagus. Namun, sayang sekali banyak yang belum tahu produk kopi di Medalsari,” jelas Ahmad saat dihubungi pada Selasa (5/8/2025).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kendala utama pelaku usaha kopi di Medalsari bukan terletak pada kualitas rasa atau proses produksinya, melainkan pada aspek visual yang belum memadai untuk kepentingan pemasaran.
Baca Juga: Apa Saja Peran Saka Pramuka dalam Membentuk Keterampilan Hidup? Ini Penjelasannya
Hal Ini yang mendorong tim pengabdian Sastra Indonesia UNJ menyelenggarakan pelatihan foto produk.
“Makanya kami membuat pelatihan foto produk di sana,” lanjut Ahmad.
Warga Belajar, Produk Semakin Meyakinkan
Pelatihan ini diikuti oleh tujuh peserta yang terdiri dari petani kopi, pelaku UMKM, serta pemuda-pemudi yang aktif di bidang usaha kreatif.
Mereka mendapatkan materi seputar dasar-dasar fotografi produk, estetika visual, hingga praktik langsung memotret produk kopi dengan menggunakan mini studio sederhana.
Sesi praktik berlangsung secara interaktif. Sebagian peserta tampak antusias memotret produk dengan teknik baru yang diajarkan.
“Peserta ternyata tertarik untuk memasarkan hasil produksinya, terutama pemuda di sana. Hal itu terlihat saat pelatihan berlangsung,” ungkap Ahmad.
Pelatihan ini juga menjadi ruang diskusi aktif antar peserta, yang saling berbagi ide kreatif mulai dari penataan produk, pencahayaan, hingga eksplorasi trik sederhana dalam membuat tampilan foto yang lebih menjual.
Baca Juga: Prosperity Exhibition, Perkuat Kemitraan Australia dan Indonesia
Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan
Tim pengabdian Sastra Indonesia UNJ tidak berhenti hanya pada sesi pelatihan.
Mereka juga melakukan pendampingan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Pendampingan mencakup kemampuan editing foto, menyusun photo storytelling, hingga merancang strategi pemasaran digital yang sesuai dengan karakteristik produk kopi lokal Medalsari.
Tim juga akan memantau perkembangan para pelaku usaha dalam hal distribusi dan promosi produk.
Adanya program ini menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas UMKM yang berbasis pada potensi lokal.
“Rencana tindak lanjut kami, ya kami akan terus mendampingi pelaku usaha dalam pemasaran,” pungkas Ahmad.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:



