POJOKSATU.id — Memangnya benar Anak yang Sering Latihan Berhitung itu Lebih Cepat Belajarnya? Ini Jawabannya, Ayah, Bunda!

Pernah nggak sih memperhatikan anak yang gemar berhitung entah itu anak tangga saat turun, atau iseng menghitung mobil-mobilannya waktu main? Nah, ternyata kebiasaan sederhana kayak gitu bukan cuma lucu dan menggemaskan saja loh, tapi juga jadi fondasi penting buat proses belajarnya anak.

Belajar berhitung nggak cuma soal angka, tapi juga soal bagaimana anak memahami dunia sekitarnya.

Saat anak menyebutkan angka dan jumlah benda yang mereka lihat, mereka sedang melatih otaknya untuk berpikir, menganalisis, dan menyerap informasi secara terstruktur.

Baca Juga: FAKTA BAHASA: Apa Itu IDIOM? Simak Arti dan Contoh Ungkapan yang Dekat dengan Kehidupan Kita

Jadi wajar banget kalau anak yang terbiasa berhitung sejak dini bisa lebih cepat dalam belajarnya.

Hitung-hitungan: Pintu Masuk Menuju Matematika

Menurut para ahli (Kilpatrick, Swaford, dan Findell, 2001), belajar berhitung merupakan langkah pertama dalam mengenal matematika.

Bahkan bisa dibilang kalo Tindakan ini adalah fondasi paling dasar sebelum mereka memahami konsep matematika yang lebih rumit seperti penjumlahan, pengurangan, bahkan perkalian dan pembagian.

Saat anak sudah masuk usia taman kanak-kanak, mereka mulai bisa menggunakan kemampuan berhitung ini untuk menyelesaikan berbagai masalah sederhana.

Misalnya, saat main jual-jualan, anak bisa tahu kalau uangnya kurang atau kembaliannya harus berapa.

Belajar ambil main seru, kan?

Baca Juga: 5 HP Oppo Harga Rp 1 Jutaan Terbaik Pelajar 2025, Hemat Budget, Tunjang Kebutuhan Belajar!

Faktor Kognitif yang Terlibat dalam Matematika

Nah, berdasarkan penelitian dari Chalfant & Scheffelin (1969), setidaknya ada lima faktor utama yang menentukan bagaimana anak bisa memahami konsep matematika, diantaranya:

Kecerdasan umum
2. Kemampuan spasial

3. Faktor neurofisiologis

4. Kemampuan verbal

5. Kemampuan memecahkan masalah

Ternyata, karena matematika melibatkan simbol dan bahasa, maka kemampuan verbal juga berperan besar lho, Bun.

Anak yang punya kosa kata yang kaya dan terbiasa berbicara atau mendengar penjelasan konsep, biasanya lebih mudah memahami soal-soal matematika (McLeod & Crump, 1978).

Prestasi Matematika Sejak Dini Bisa Menentukan Masa Depan?

Baca Juga: Pernah Dengar Idiom 'Break the Ice'? Ini Fakta Menarik di Balik Ungkapan Populer Itu

Ternyata iya! Banyak penelitian (Aunola et al., 2004; Duncan et al., 2007; Watts et al., 2014) yang menyebutkan kalau anak yang sudah memiliki keterampilan dalam berhitung sejak dini, akan lebih mudah meraih kesuksesan akademik jangka panjang.

Hal ini dikarenakan matematika adalah pelajaran yang sifatnya hierarkis—nggak bisa loncat ke materi sulit kalau yang dasar belum dikuasai.

Contohnya, anak yang belum paham pembagian tentu akan kesulitan kalau harus belajar aljabar, kan? Makanya, memahami dasar-dasar berhitung jadi sangat penting.

Tapi Ingat, Matematika Aja Nggak Cukup Ya!

Walaupun kemampuan berhitung itu sangat penting, tetap saja anak nggak bisa berkembang sendirian.

Karna, mereka perlu adanya dukungan dari lingkungan sekitar—baik di rumah maupun di sekolah (Bronfenbrenner & Morris, 2006).

Anak-anak yang mendapat respons positif dari guru dan orang tua terhadap kemampuannya, biasanya akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Baca Juga: Usia 3–6 Tahun Jadi WAKTU EMAS Untuk Anak Belajar Menulis, Jangan Dilewatkan, Ini Dia Cara Agar Anak Tidak Tantrum Saat Belajar!

Nah, rasa percaya diri ini penting banget Bun buat mereka agar terus semangat belajar (Bong & Skaalvik, 2003).

Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan Oleh Ayah dan Bunda?

Tenang, nggak perlu repot-repot beli alat peraga mahal.

Karena cukup libatkan konsep berhitung dalam aktivitas sehari-hari saja itu sudah OK! Misalnya:

Ajak anak menghitung jumlah bebek di buku cerita
Hitung langkah kaki saat berjalan ke dapur
Tanyakan “ada berapa potong roti di piring?”
Selain itu, ketika anak sudah masuk sekolah, Ayah dan Bunda bisa berdiskusi dengan guru atau kepala sekolah.

Coba cari tahu seperti apa pendekatan sekolah terhadap pelajaran berhitung dan matematika, dan pastikan sekolah punya sikap positif terhadap pelajaran ini.

Yang paling penting, tetap beri anak stimulasi yang konsisten dan menyenangkan di rumah.

Anak yang merasa didukung dan dilibatkan dalam proses belajar, akan jauh lebih antusias dan cepat menyerap pelajarannya.***

 

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

 

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

 

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

 

Channel Whatsapp:https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

 

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212