POJOKSATU.id — Kehadiran mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membawa warna baru di Desa Prawatan, Klaten. Lewat sentuhan teknologi dan kolaborasi, mereka memulai program pembangunan desa berkelanjutan.

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025, tim terbaik dari BEM FMIPA UNY memulai pengabdian di Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Acara pembukaan yang berlangsung pada 24 Juli 2025 di Balai Desa Prawatan dihadiri oleh lebih dari 70 tamu dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan mengusung tema besar Smart Farming, tim yang dipimpin Ayunda Puspitasari menjalankan program bertajuk “Integrated Agri-Aquaculture berbasis IoT, Smart Mapping, dan Circular Economy Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Prawatan.”

Baca Juga: UNJ Siap Tancap Gas Menuju World Class University! Ini Strategi dan Pesan Pentingnya

Sebanyak 15 mahasiswa lintas jurusan turun langsung ke lapangan.

Mereka berkolaborasi dengan kelompok tani, ibu-ibu KWT, pemuda karang taruna, hingga aparat desa, di bawah bimbingan Prof. Dr. Tien Aminatun, S.Si., M.Si.

“Kami tidak datang hanya untuk meneliti, tapi benar-benar ingin mendengar, bekerja sama, dan membangun kepercayaan,” tegas Prof. Tien.

“Program ini bukan sekadar transfer ilmu, tapi ajang mahasiswa untuk belajar beradaptasi dengan realitas masyarakat.”

Pengabdian ini menawarkan lima program unggulan yang dirancang agar mudah diterapkan dan bisa dilanjutkan secara mandiri oleh warga setelah program selesai.

Baca Juga: Kampus Tak Lagi Menara Gading! Ini Seruan Gubernur Riau Saat Kukuhkan Forpimawa, Siap Wujudkan SATU RUMAH SATU SARJANA

Berikut lima terobosan yang dijalankan:

  • Budidaya ikan sistem bioflok berbasis IoT yang terintegrasi dengan sistem hidroponik. Internet of Things (IoT) memungkinkan pengawasan dan pengendalian kualitas air, - suhu, dan pakan secara otomatis lewat sensor digital.
  • Pemetaan lahan berbasis GIS (smart mapping) untuk pertanian presisi. Dengan teknologi Geographic Information System (GIS), mahasiswa dapat membantu warga memetakan potensi lahan dan pengelolaannya secara optimall.
  • Produksi pakan ikan dari sekam padi sebagai wujud ekonomi sirkular dan pengurangan limbah. Inovasi ini menyasar efisiensi biaya dan pengelolaan sampah pertanian.
  • Digitalisasi pelayanan publik desa melalui pembuatan website resmi Desa Prawatan. Warga akan lebih mudah mengakses informasi dan layanan dari pemerintah desa.
  • Pengolahan dan pemasaran produk lokal hasil pertanian dan perikanan untuk meningkatkan daya saing ekonomi warga.

Sambutan hangat datang dari Kepala Desa Prawatan, Sabiq Muhammad. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan visi pembangunan desa yang selama ini dirancang.

“Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa bisa memperkuat program pemberdayaan yang sudah berjalan dan menambah energi baru,” ujarnya.

Baca Juga: Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Tahun 2025 Resmi Dibuka, Sasar Mahasiswa dan Santri Aktif Berprestasi dari 133 Kampus Dalam Negeri dan 50 Mahad Aly

Selama acara pembukaan, warga terlihat antusias. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, bahkan menyampaikan ide-ide pengembangan program.

Ayunda, sang ketua tim, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman tak tergantikan bagi seluruh anggota.

“Kami tidak hanya ingin membantu, tapi juga belajar dari warga. Ini kesempatan langka untuk kami mengasah empati, kreativitas, dan kerja tim,” katanya.

Lewat program ini, UNY kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

Di mana mahasiswa bukan hanya sekadar pelengkap di lapangan, akan tetapi menjadi aktor utama atas perubahan. ***

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami: