POJOKSATU.id — Transformasi digital dalam dunia pendidikan kian terasa nyata di Jepara.

Sabtu, 2 Juli 2025 lalu, MI An-Nur Suwawal menjadi saksi bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai masuk ke ruang kelas sekolah dasar.

Para guru dan tenaga kependidikan MI An-Nur mengikuti pelatihan pemanfaatan AI yang difasilitasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Individu 3 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara Angkatan XIX, dengan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISNU Jepara.

Pelatihan ini tak sekadar memperkenalkan teknologi, tapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam menghubungkan dunia akademik dan kebutuhan di lapangan pendidikan dasar.

Baca Juga: MANIES, Kolaborasi Mahasiswa Unpad, Bikin Alat Pemantau Gula Darah Tanpa Jarum, Sabet Empat Penghargaan Internasional di PHILIPPINExT 2025

Dari Literasi Digital hingga Pencegahan Perundungan

Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang antusias dan hangat.

Dua dosen UNISNU turut mendampingi kegiatan ini, yaitu Muhammad Alie Muzakki, M.Pd. dari Prodi PGSD UNISNU, dan Hamidaturrohmah, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Dalam pelatihan, guru-guru dikenalkan pada tiga aplikasi berbasis AI yang relevan untuk dunia pendidikan, yakni ChatGPT, Qwen, dan Vo3 Gemini.

Muhammad Alie Muzakki menjelaskan bahwa ChatGPT bisa dimanfaatkan untuk memperkuat keterampilan literasi, terutama dalam praktik interaksi berbasis teks.

Guru bisa menggunakan aplikasi ini untuk menyusun soal, menyimulasikan percakapan, atau sekadar brainstorming ide dalam kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, aplikasi Qwen dikenalkan sebagai platform AI yang menyuguhkan konten visual interaktif, memadukan teks, suara, dan gambar dalam satu tampilan dinamis.

Ini tentu mempermudah guru dalam menyiapkan materi pembelajaran yang menarik dan tidak monoton.

Sedangkan Vo3 Gemini disebutkan sangat cocok sebagai alat bantu guru dalam menyusun materi ajar visual.

Aplikasi ini memungkinkan pembuatan bahan belajar yang kontekstual, visual, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa 2025, Hemat Budget, Spek Oke, Performa Gahar!

“Ketiga aplikasi ini menunjukkan bahwa AI mampu menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan,” ujar Muhammad Alie Muzakki, M.Pd.

Menanamkan Karakter Lewat Teknologi

Uniknya, pelatihan ini tak hanya berfokus pada aspek teknologi, tapi juga pada bagaimana guru bisa menyisipkan nilai karakter, seperti pencegahan perundungan, dalam proses pembelajaran.

Penggunaan media digital yang terintegrasi dengan narasi pembentukan karakter menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan dalam pelatihan ini.

Dengan begitu, AI bukan sekadar alat bantu teknis, tetapi juga menjadi jembatan nilai-nilai kebaikan.

Para guru yang hadir menyambut hangat kegiatan ini. Mereka merasa bahwa pelatihan seperti ini menjadi langkah awal yang penting dalam memahami dan menerapkan teknologi AI dalam pembelajaran.

“Ini pelatihan yang benar-benar membuka wawasan kami. Teknologi itu ternyata bisa dekat dan membantu pekerjaan guru sehari-hari,” ungkap salah satu guru peserta.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNIDA dan KKNT UNPAK Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Megamendung

Angin Segar di MI An Nur

Kehadiran mahasiswa KKN UNISNU di MI An-Nur Suwawal bukan hanya sekadar menjalankan tugas pengabdian.

Lebih dari itu, mereka menjadi katalisator perubahan dalam sistem pembelajaran di sekolah dasar.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami: