Inovasi yang menjadi sorotan itu bernama MANIES (Measurement Analysis NIR Spectroscopy).
Bukan alat biasa, MANIES hadir dengan teknologi mutakhir yang mampu mengukur kadar gula darah tanpa perlu tusukan jarum sama sekali!
Yap, kamu nggak salah baca.
Inovasi ini benar-benar menjawab keresahan para penderita diabetes yang selama ini harus merasakan nyeri dan ketidaknyamanan dari tes darah konvensional.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa 2025, Hemat Budget, Spek Oke, Performa Gahar!
Teknologi Tanpa Jarum
Teknologi MANIES bukan hanya bikin nyaman, tapi juga turut menyumbang pada pengurangan limbah medis dari alat tes satu kali pakai.
Inovasi ini menawarkan cara cepat, akurat, dan ramah lingkungan untuk memantau kadar glukosa darah, terutama dalam upaya deteksi dini dan penilaian risiko diabetes.
Tidak heran, dalam ajang PHILIPPINExT 2025 yang diikuti peserta dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik, MANIES berhasil menyabet empat penghargaan sekaligus, yaitu:
-
International Conference and Exposition on Innovation (ICE on I) Award
-
Murata Choice Award
-
People’s Choice Award
-
Recognition Certificate dari Department of Science and Technology (DOST), Filipina
Bukan hanya sekadar dipamerkan, tim mahasiswa Unpad turut mempresentasikan karya mereka di hadapan para investor, pengambil kebijakan, hingga pemilik kekayaan intelektual.
Presentasi ini menjadi momentum penting dalam menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu tampil unggul dan setara dalam persaingan global.
Kolaborasi Lintas Disiplin
MANIES lahir dari sinergi lima mahasiswa Unpad dari latar belakang keilmuan yang berbeda-beda. Siapa saja mereka? Ini dia tim luar biasa itu:
-
Rizky Ramadhan Sayyid Zenyda (Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran)
-
Yeni Setiyowati (Administrasi Keuangan Publik, Sekolah Vokasi)
-
Muhammad Arrasyid Firdaus Riyadi (Statistika, FMIPA)
-
Najwa Amalia Mansoor (Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
-
Muhammad Riza Vikar Akbar Alhayat (Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran)
Mereka membuktikan bahwa pengembangan inovasi nggak bisa hanya bergantung pada satu bidang ilmu.
Butuh kerjasama lintas perspektif, kemampuan bernegosiasi, dan keberanian mengambil risiko untuk menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Rizky Ramadhan Sayyid Zenyda, selaku salah satu anggota tim, menyampaikan harapannya agar alat ini bisa segera masuk proses hilirisasi.
Ia juga menekankan pentingnya soft skill seperti kolaborasi dan komunikasi dalam menciptakan inovasi berdampak.
“Saya berharap alat ini dapat segera dihilirisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Mahasiswa juga harus terus mengasah kemampuan berkolaborasi dan negosiasi sebagai kunci dalam membuka berbagai peluang untuk menciptakan dampak yang luas dan nyata,” ungkap Rizky, dikutip dari laman resmi Unpad.
Kontribusi Nyata
Keberhasilan tim Unpad di ajang PHILIPPINExT 2025 bukan hanya sebatas kebanggaan kampus.
Ini adalah bukti konkret bahwa mahasiswa Indonesia mampu menciptakan inovasi yang fungsional dan berdampak secara global.
MANIES menjadi simbol bahwa semangat berkarya, keberanian untuk bereksperimen, serta kekuatan kolaborasi adalah fondasi utama dalam menjawab tantangan dunia nyata.



