POJOKSATU.ID - Program Sekolah Rakyat, yang merupakan gagasan utama Presiden Prabowo, terus berlanjut dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahap 1b di 37 titik tambahan di seluruh Indonesia.

Acara pembukaan MPLS ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Kabupaten Lebak, Banten.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut.

Di SRMA 34 Lebak, antusiasme para siswa dan guru terlihat jelas saat mereka memulai kegiatan di aula sekolah.

Baca Juga: Tak Dapat Jatah Bulanan dari Vidi Aldiano, Ini Bukti Karier Moncer Sheila Dara Sebagai Aktris Layar Lebar Saat Ini!

Sebanyak 100 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar turut serta dalam acara ini.

Menurut Menteri Sosial, dimulainya MPLS di 37 titik ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dimulai di 63 titik pada 14 Juli lalu.

Selain di Lebak, MPLS juga dimulai di Kabupaten Ponorogo dan Kota Pasuruan pada hari yang sama.

Rencananya, lima titik lain akan menyusul minggu depan, dan 29 titik sisanya akan dimulai pada 15 Agustus.

Baca Juga: 143 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri? Padahal Sudah Masuk Pembelajaran Tahun Ajaran Baru!

Dengan demikian, total 100 Sekolah Rakyat rintisan akan beroperasi.

Pada bulan September, sebanyak 59 titik tambahan akan diluncurkan, sehingga total ada 159 Sekolah Rakyat yang akan beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026.

Menteri Sosial, yang didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program prioritas Presiden Prabowo, dan para menteri bertugas membantu mewujudkan gagasan tersebut.

Dalam sambutannya di hadapan Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Lebak Moch menjelaskan tiga kunci utama dari gagasan Sekolah Rakyat.

Pertama, program ini bertujuan untuk memuliakan masyarakat kurang mampu, atau yang dalam data statistik termasuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem.

Melalui pendidikan di Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo ingin mempersiapkan mereka menjadi Generasi Emas Indonesia 2045.

Kedua, Sekolah Rakyat berupaya menjangkau anak-anak yang belum terjangkau oleh sistem pendidikan formal, baik mereka yang putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah.

Ketiga, program ini bertujuan untuk mewujudkan hal yang sebelumnya tidak mungkin.

Baca Juga: Buntut Kasus Dua Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Terserempet Truk Hingga Tewas: Sopir Sempat Melarikan Diri

Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk tetap bisa bersekolah dan meraih cita-cita.

Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan berbeda dengan sekolah umum, di mana seleksi tidak didasarkan pada tes akademik, melainkan pada status ekonomi keluarga.

Menteri Sosial juga menyampaikan harapan agar setelah lulus, anak-anak Sekolah Rakyat tidak hanya terdidik, tetapi juga berkarakter dan terampil.

Mereka diharapkan mampu menggunakan akalnya dengan baik, memiliki jati diri, bangga dengan orang tua, serta mencintai tanah air.

Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.***

Baca Juga: Peringatan dari Pemerintah Larangan Pengibaran Bendera Bajak Laut One Piece di HUT RI Ke 80

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov