POJOKSATU.id — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tak lagi hanya menjadi perbincangan di laboratorium teknologi.
Kini, AI telah hadir nyata di ruang kelas, membantu para guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Transformasi ini semakin terasa di Indonesia, seiring meningkatnya adaptasi guru terhadap berbagai teknologi berbasis AI untuk mendukung proses belajar-mengajar.
AI Tak Lagi Sekadar Imajinasi
Bila beberapa tahun lalu penggunaan AI masih dianggap sebagai kemewahan teknologi, saat ini lebih dari separuh guru dunia telah menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan data global, sekitar 60 persen pendidik menyatakan AI membantu menghemat hingga enam jam kerja per minggu, terutama dalam kegiatan administratif seperti menyusun rencana pelajaran, membuat soal, hingga mengevaluasi hasil belajar.
Fenomena ini juga menjalar ke Indonesia.
Melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan berbagai pelatihan literasi digital, para guru mulai terbiasa menggunakan sistem otomatisasi seperti pembuat soal berbasis AI, chatbot pembelajaran, hingga alat pendeteksi plagiarisme seperti Grammarly dan Turnitin.
Dampaknya cukup signifikan: waktu guru lebih banyak tercurahkan pada pendampingan emosional dan bimbingan personal terhadap siswa.
AI sebagai Asisten Pengajar
Kini, AI tak hanya menjadi alat bantu, tetapi mulai menjalankan fungsi sebagai asisten guru yang cerdas.
Dengan algoritma yang mampu menyesuaikan kebutuhan tiap siswa, materi ajar bisa disusun berdasarkan gaya belajar, kecepatan memahami, bahkan rekam jejak hasil belajar siswa.
Dua siswa bisa menerima materi berbeda dari sistem yang sama—sebuah praktik yang sangat mendukung semangat Kurikulum Merdeka.
Di sejumlah sekolah di Jakarta dan Surabaya, misalnya, sistem chatbot telah digunakan sebagai tutor daring 24 jam.
Sementara itu, banyak guru SMP dari daerah mengikuti pelatihan penggunaan Scratch dan AI berbasis blok untuk memahami sistem pembelajaran adaptif.
Pedoman Praktis
Perkembangan ini turut diperkuat oleh kehadiran buku Buku Pegangan AI untuk Guru TK SD SMP SMA SMK karya Onno W. Purbo.
Buku tersebut menjadi pedoman praktis bagi guru dalam menerapkan AI secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Onno menegaskan, AI bukan pengganti, melainkan mitra guru dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas.
Berbagai fungsi AI yang dibahas dalam buku ini antara lain:
-
Menyusun materi ajar adaptif
-
Membuat soal otomatis, termasuk format HOTS dan GIFT untuk Moodle
-
Mengevaluasi karakter siswa lewat esai
-
Membuat materi visual seperti infografis dan komik
-
Menyusun simulasi kerja dan studi kasus untuk siswa SMK dan SMA
-
Otomatisasi absensi dan laporan hasil belajar
Namun, penerapan AI tetap memerlukan prinsip etika.
Lima prinsip penting yang harus dipatuhi guru antara lain: transparansi sistem, perlindungan data siswa, keadilan algoritma, akuntabilitas guru, serta menjaga integritas akademik.
Unduh Buku Pegangan AI untuk Guru
Rekomendasi Bagi Guru
Tak semua sekolah memiliki anggaran besar. Karena itu, buku Onno W. Purbo juga menyarankan berbagai langkah hemat namun efektif:
-
Gunakan smartphone untuk eksplorasi awal AI
-
Manfaatkan laptop/komputer untuk pembuatan materi yang lebih kompleks
-
Akses platform gratis seperti grok.com
-
Ikuti pelatihan AI melalui komunitas guru atau platform daring
-
Gunakan Canva dan ChatGPT untuk desain dan perencanaan RPP
Guru sebagai Fasilitator Masa Depan
Semua perkembangan ini tak menggeser posisi guru, justru memperkuatnya.
Baca Juga: Download Modul KKA Fase C SD Lengkap 1 sampai 5, Berikut Capaian Pembelajaran
Guru menjadi lebih dari sekadar penyampai informasi—mereka kini bertindak sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif, humanis, dan penuh keteladanan.
AI hanyalah alat bantu. Yang membuatnya bermakna adalah sentuhan manusiawi dari guru itu sendiri.
Dengan pendekatan yang tepat, guru bisa memanfaatkan AI untuk menyederhanakan tugas administratif, menghemat waktu, dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan.
Bagaimana menurut bapak ibu? Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi?
Tulis di kolom komentar ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




