POJOKSATU.id — Melalui peluncuran Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Fase C untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan lompatan besar dalam pembelajaran digital.
Modul ini dirancang untuk membekali siswa kelas V dan VI dengan kompetensi digital abad ke-21 yang meliputi logika pemrograman, kecerdasan artifisial (KA), dan literasi digital berbasis etika.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual, siswa tidak hanya diperkenalkan pada teknologi, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu mencari solusi atas berbagai permasalahan sehari-hari—bahkan sebelum mereka dapat mengeja “kecerdasan artifisial” dengan benar!
Transformasi Kurikulum Digital untuk SD
Mata pelajaran KKA menjadi bagian dari transformasi kurikulum nasional, yang bertujuan membentuk peserta didik yang cakap digital, melek teknologi, dan bijak bermedia.
Baca Juga: DOWNLOAD Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru, Semua FASE Semua MATA PELAJARAN, Paling LENGKAP
Dengan menggabungkan antara berpikir komputasional dan pengenalan KA, KKA mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia yang makin terdigitalisasi dan terotomatisasi.
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada akhir Fase C, umumnya di kelas V dan VI, siswa diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
-
Berpikir Komputasional: Memahami permasalahan sederhana, menyusun instruksi logis dan terstruktur menggunakan simbol/kosakata.
-
Literasi Digital: Mengenal sistem komputer dasar, menjaga keamanan data pribadi, serta membuat konten digital teks dan gambar.
-
Literasi dan Etika KA: Memahami konsep dasar dan manfaat KA, perbedaannya dengan manusia, serta etika dasar penggunaan teknologi berbasis empati.
-
Pemanfaatan dan Pengembangan KA: Menyimulasikan pola kerja KA, mengenali klasifikasi benda konkret, serta memahami dampak input terhadap prediksi sistem.
Enam Elemen Kunci dalam Mata Pelajaran KKA
-
Berpikir Komputasional
Pemodelan dan simulasi untuk menghasilkan solusi yang efektif dan efisien. Melibatkan penalaran logis, kritis, dan kreatif secara individu maupun kolaboratif. -
Literasi Digital
Kecakapan bermedia digital dengan fokus pada produksi dan diseminasi konten, serta etika dan keamanan penggunaan teknologi. -
Literasi dan Etika KA
Baca Juga: Capaian Pembelajaran TERBARU Dikeluarkan BSKAP Itu Revisi, Berikut Download CP Kurikulum Merdeka 2024 SEMUA JENJANG dan SEMUA MAPEL, Tinggal Dipilih!
Pemahaman dasar KA, manfaat, dan dampaknya. Elemen ini menanamkan sikap kritis dan etis terhadap penggunaan teknologi. -
Pemanfaatan dan Pengembangan KA
Kemampuan menerapkan dan mengembangkan KA dalam berbagai aspek untuk menyelesaikan masalah dengan efisien dan inovatif. -
Algoritma Pemrograman
Menyusun solusi terstruktur berbasis teks algoritmik, bertahap, dan sistematis baik secara individu maupun tim. -
Analisis Data
Kemampuan menginput, memproses, dan menyajikan data secara kritis sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tujuan Pendidikan Abad ke-21
KKA berkontribusi membentuk peserta didik yang memiliki profil lulusan nasional dengan dimensi:
-
Penalaran kritis
-
Kreativitas
-
Komunikasi
-
Kolaborasi
-
Kemandirian
-
Kesehatan
-
Kewargaan digital
-
Keimanan dan ketakwaan
Modul ini mendukung pengembangan siswa sebagai warga digital (digital citizen) yang etis dan produktif, serta warga dunia (global citizen) yang tetap beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Download Modul KKA Fase C SD Lengkap
Bapak dan ibu guru serta orang tua dapat mengakses seluruh modul melalui tautan berikut:
Sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Fase C hadir bukan sekadar mengajarkan teknologi, tetapi membentuk karakter peserta didik sebagai insan digital yang cerdas, etis, dan berdaya saing global.
Dengan pendekatan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan humanistik, KKA membekali generasi muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keimanan.
Inilah langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045, dimulai dari ruang kelas yang inspiratif dan guru-guru yang transformatif.
Bagaimana menurut bapak ibu?
Adakah tanggapan atau pengalaman di lapangan yang bisa dibagi? Tulis di kolom komentar ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi




