POJOKSATU.ID – Sebanyak 500 siswa lulusan SMP dari enam provinsi di Papua kini berkesempatan menimba ilmu melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 2025.
Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri terbaik Papua, dengan harapan mereka akan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif di masa depan.
Provinsi Papua menjadi penyumbang kuota terbanyak dengan 115 siswa, diikuti Papua Tengah (98 siswa), Papua Pegunungan (95 siswa), Papua Barat Daya (82 siswa), Papua Barat (63 siswa), dan Papua Selatan (47 siswa).
Para siswa ini akan melanjutkan pendidikan di sekitar 260 SMA/SMK yang tersebar di enam provinsi tujuan, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, dan Bali.
Baca Juga: Penyaluran Dana PIP 2025 Lebih dari 1,3 Juta Siswa SMA/SMK Telah Terima Bantuan Lewat Sipintar
Jawa Timur menjadi destinasi utama dengan menerima 145 siswa, disusul Banten (100 siswa), Jawa Tengah (90 siswa), Jawa Barat (70 siswa), Bali (55 siswa), dan Yogyakarta (40 siswa).
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Komunikasi Media, Ma’ruf, mengungkapkan harapannya agar para peserta ADEM memiliki semangat juang sebagai individu pilihan.
Mereka diharapkan kelak dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Papua dan seluruh Indonesia.
Menurut Ma'ruf, beasiswa ADEM adalah bentuk dukungan pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua, yang dianggap sebagai "emas" yang harus dimaksimalkan.
Baca Juga: Klarifikasi Nominal Dana PIP Jenjang SMA dan SMK Sebesar Rp1.800.000 Akan Dikurangi?
Ia mendorong para siswa untuk menunjukkan kemampuan bersosialisasi, beradaptasi, dan berkompetisi dengan baik di lingkungan baru mereka.
Ma’ruf juga menekankan bahwa kesuksesan program ADEM tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa untuk membuat kemajuan dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.
Ia berpesan agar para peserta mempersiapkan diri dengan baik dan berhasil dalam proses pembelajaran di tempat baru.
Program ADEM ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik, menyatakan bahwa program ini telah memberikan dampak positif dalam membentuk sumber daya manusia Papua yang unggul, baik dari segi akademik maupun karakter.
Ia mengingatkan para siswa bahwa mereka adalah aset berharga bagi tanah Papua, dan penting bagi mereka untuk menanamkan rasa percaya diri, bertutur kata sopan, menjunjung tinggi budaya saling menghormati, serta membawa nama baik Papua.
Harapannya, mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Piet Hendrik Nawipa, saat pembekalan di Nabire, mendorong siswa ADEM untuk memiliki keyakinan kuat dalam meraih prestasi selama tiga tahun belajar di Jawa.
Ia berharap setelah kembali, mereka akan memiliki penampilan dan karakter yang kuat, siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta berprestasi melalui ketekunan belajar di rumah dan di sekolah.***
Baca Juga: Tambahan Anggaran 2026 Rp67,67 Triliun Diusulkan Kemendikdasmen, Tambahan Tunjangan Guru?
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212




