POJOKSATU.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memaparkan rencana alokasi anggaran dan usulan tambahan untuk tahun anggaran 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI.

Komitmen Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia serta menunjang kesejahteraan guru menjadi fokus utama dalam pembahasan anggaran tersebut.

Kemendikdasmen mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp33,65 triliun untuk Rencana Kerja Tahun Anggaran 2026.

Anggaran ini dialokasikan untuk beberapa pos penting, meliputi Belanja operasional Kemendikdasmen untuk memastikan roda birokrasi dan kegiatan operasional kementerian berjalan lancar.

Baca Juga: Awal Masuk Sekolah Guru Non ASN Bersiap Menerima Sertifikasi di Rekening!

Selain itu Program Indonesia Pintar (PIP) untuk melanjutkan dukungan finansial bagi siswa kurang mampu untuk menempuh pendidikan.

Anggaran juga untuk merevitalisasi satuan Pendidikan termasuk perbaikan dan peningkatan fasilitas sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Dana dari BLU Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan dan PNBP juga termasuk sebagai dukungan untuk lembaga yang bertanggung jawab dalam standar dan evaluasi pendidikan, serta penerimaan negara bukan pajak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa Kemendikdasmen telah mengusulkan tambahan anggaran signifikan untuk Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Honorer Mau Jadi PPPK Paruh Waktu, Ada 3 Kemungkinan Jika Berakhir, SIMAK!

Usulan awal tambahan sebesar Rp67,67 triliun diajukan untuk mendukung sejumlah program strategis, di antaranya Program Wajib Belajar 13 Tahun.

Hal ini memastikan akses pendidikan hingga jenjang menengah atas bagi seluruh anak Indonesia.

Program Peningkatan Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran: Berbagai inisiatif untuk meningkatkan kompetensi guru dan metode pengajaran.

Program Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan: Upaya pelestarian dan pengembangan bahasa serta sastra nasional.

Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi: Memperkuat pendidikan kejuruan agar relevan dengan kebutuhan industri.

Dukungan pelaksanaan tugas fungsi dan tata kelola di Kemendikdasmen: Peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja kementerian.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menambahkan bahwa usulan tambahan anggaran telah disampaikan melalui Nomor Surat 13938/MDM.A/PR.07.04/2025 tanggal 9 Juli 2025.

Baca Juga: Awal Masuk Sekolah Guru Non ASN Bersiap Menerima Sertifikasi di Rekening!

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, total tambahan anggaran yang diusulkan mencapai Rp71,11 triliun.

Dengan demikian, total anggaran yang diusulkan Kemendikdasmen untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp104,76 triliun.

Angka ini menunjukkan ambisi besar Kemendikdasmen dalam memajukan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

Dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peserta didik, guru, dan seluruh ekosistem pendidikan nasional.***

Baca Juga: Honorer Mau Jadi PPPK Paruh Waktu, Ada 3 Kemungkinan Jika Berakhir, SIMAK!

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212