POJOKSATU.id — Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan metode yang efektif dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
Di sinilah konsep TPACK hadir sebagai jembatan antara pengetahuan konten, strategi mengajar, dan teknologi pembelajaran.
Dalam konteks Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu, pemahaman dan penerapan TPACK menjadi pondasi yang sangat penting.
Mengenal TPACK
TPACK adalah singkatan dari Technological Pedagogical and Content Knowledge.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Mishra dan Koehler, yang menjelaskan bahwa guru ideal di era digital perlu mengintegrasikan tiga elemen utama:
-
Content Knowledge (CK) – Pengetahuan mendalam tentang mata pelajaran yang diajarkan.
-
Pedagogical Knowledge (PK) – Pemahaman tentang teori dan metode mengajar.
-
Technological Knowledge (TK) – Kemampuan memanfaatkan alat dan media teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Ketika ketiga aspek ini terintegrasi, maka lahirlah TPACK sebagai bentuk keahlian utuh yang memungkinkan guru merancang dan menyampaikan pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan menarik.
TPACK dalam PPG Guru Tertentu
Dalam pelaksanaan PPG Guru Tertentu, yang diperuntukkan bagi guru-guru dengan kondisi atau latar belakang tertentu, TPACK bukan hanya menjadi teori, tetapi langsung diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Pada tahap pembelajaran daring, peserta mempelajari modul digital, mengikuti forum diskusi, menyusun resume, dan menyelesaikan tugas berbasis teknologi.
Aktivitas ini menunjukkan bagaimana TK (teknologi) digunakan untuk membingkai CK dan PK dalam sistem pembelajaran modern.
Pada tahap Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG), guru ditantang untuk menyusun RPP yang mengintegrasikan video pembelajaran, media interaktif, hingga asesmen berbasis aplikasi.
Guru yang mampu memadukan ketiganya menunjukkan tingkat penguasaan TPACK yang tinggi.
Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa peserta PPG memiliki skor TPACK yang tinggi, terutama dalam hal integrasi teknologi dengan strategi mengajar.
Misalnya, guru sejarah yang menyajikan topik kolonialisme lewat video interaktif dan simulasi daring. Atau guru PAI yang menggabungkan Google Form dalam asesmen hafalan ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam studi kasus reflektif juga muncul tantangan bagi guru untuk menganalisis situasi pembelajaran nyata: bagaimana mengatasi kendala belajar siswa, menyusun solusi yang relevan, dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
Dalam menjawab soal ini, guru harus menunjukkan kemampuan mengidentifikasi kebutuhan siswa (PK), memilih materi yang sesuai (CK), dan memanfaatkan teknologi pendukung (TK).
Artinya, TPACK juga jadi standar praktik dan evaluasi dalam PPG Guru Tertentu.
Mengapa PPG Butuh TPACK?
Lulusan PPG Guru Tertentu biasanya mencakup guru yang mengajar di daerah khusus, berkebutuhan khusus, atau guru honorer dengan pengalaman mengajar yang sudah cukup panjang.
Tantangan para bapakibu guru beragam — mulai dari keterbatasan akses, fasilitas belajar yang minim, hingga karakter siswa yang sangat berbeda-beda.
Di sinilah TPACK menjadi bekal adaptif yang penting.
Guru bisa mencari solusi kreatif berbasis teknologi untuk menyiasati kendala.
Misalnya, guru di daerah 3T yang mengunduh video pembelajaran dan memutarnya secara offline.
Atau guru SLB yang menggunakan aplikasi simbol visual untuk anak-anak dengan kebutuhan komunikasi khusus.
TPACK dalam PPG Guru Tertentu bukan hanya sebagai materi yang harus dipelajari, tapi juga menjadi pola pikir baru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik profesional. Kemampuan berpikir reflektif, responsif, dan kreatif menjadi nilai utama.
Dengan TPACK, guru tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga perancang pembelajaran, pemecah masalah kelas, dan agen transformasi pendidikan. ***
Bagikan dan kirim komentar untuk artikel ini. Ikuti informasi lainnya melalui apps kami:
• Versi Android
• Versi iOS
• Channel WhatsApp
• Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra




