POJOKSATU.ID - Dalam menyongsong penerapan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2025/2026, peran guru mengalami pergeseran besar.

Tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi sebagai fasilitator yang menuntun siswa masuk dalam pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna.

Salah satu pendekatan yang kini semakin ditekankan adalah pembelajaran mendalam atau deep learning.

Model ini tidak hanya mendorong siswa memahami materi di permukaan, tetapi juga mengajak mereka menghubungkan konsep, berpikir kritis, hingga menemukan solusi dari permasalahan nyata di sekitar mereka.

Dengan kata lain, deep learning membantu menumbuhkan pola pikir analitis dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata.

Baca Juga: Isu Gaji Guru Naik 16 Persen Cair Agustus 2025: Presiden Fokus Naikkan Gaji Hakim, Guru Sabar Dulu

Agar pendekatan ini berhasil, pemilihan model pembelajaran yang relevan dan interaktif menjadi sangat krusial.

Sebab, metode yang digunakan akan sangat menentukan bagaimana siswa menyerap, mengolah, dan merefleksikan pengetahuan yang mereka peroleh.

Namun, di tengah banyaknya pendekatan pedagogis yang terus berkembang, tidak sedikit pendidik yang masih belum familiar dengan berbagai jenis model pembelajaran aktif.

Menyadari hal ini, kami menghadirkan referensi lengkap lebih dari 100 model pembelajaran yang telah diselaraskan dengan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam.

Baca Juga: Update Pencairan Tambahan TPG 100 Persen dan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 3 Tahun 2025

Model-model ini tidak hanya menekankan pada pemahaman kognitif, tetapi juga melibatkan aspek emosional dan sosial siswa.

Mereka diajak menggunakan indra pendengaran, mengasah logika berpikir, dan melakukan pengulangan terstruktur agar proses belajar berlangsung lebih optimal.

Contoh Model Pembelajaran Aktif yang Mendukung Deep Learning

Berikut adalah beberapa pendekatan pembelajaran yang bisa dijadikan inspirasi dalam kegiatan belajar-mengajar:

Anchored Instruction

Materi disajikan dalam bentuk cerita atau konteks nyata, mendorong siswa mengeksplorasi narasi hingga menemukan solusi sendiri.

ARIAS

Merupakan akronim dari Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction.

Fokusnya adalah pada membangun kepercayaan diri, mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi, hingga mengevaluasi dan memberikan kepuasan belajar.

Baca Juga: Tips dan Panduan Menyusun Jurnal Modul 1 PPG Kemenag 2025: Pilih Topik, Tulis Refleksi, Lolos Validasi

Bamboo Dancing

Teknik pembelajaran kolaboratif dengan rotasi pasangan yang mendorong siswa menjelaskan materi kepada teman secara berulang.

Blended Learning

Perpaduan antara pembelajaran tatap muka dan digital, yang memungkinkan siswa menggali sumber belajar online secara mandiri.

CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)

Strategi membaca dan menulis terintegrasi secara kooperatif dalam kelompok kecil.

CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending)

Mengembangkan kemampuan mengaitkan konsep baru dengan yang telah dimiliki siswa, lalu memperluasnya ke penerapan praktis.

Cooperative Learning

Sistem kerja kelompok terstruktur untuk membangun kerjasama, tanggung jawab, dan komunikasi efektif antarsiswa.

Inquiry-Based Learning

Mengarahkan siswa untuk menyelidiki suatu fenomena atau masalah secara mandiri, mulai dari merumuskan pertanyaan hingga menarik kesimpulan berdasarkan data.

Baca Juga: Tutorial Lengkap Cara Masuk dan Penjelasan Tugas PPG Kemenag 2025 Batch 2 di Ruang GTK

Mind Mapping

Metode visualisasi konsep menggunakan diagram bercabang untuk membantu siswa mengorganisir dan mengingat informasi lebih baik.

Problem-Based Learning (PBL)

Siswa dihadapkan pada masalah kontekstual yang harus dipecahkan melalui riset, diskusi, dan presentasi.

Role Playing

Pembelajaran melalui simulasi peran untuk memahami konsep sosial, historis, atau ilmiah dari berbagai sudut pandang.

Baca Juga: Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kepegawaian Periode Juli 2025 Digelar secara Daring, Cek Peserta, Jadwal Lengkap dan Panduan Pelaksaan

Project-Based Learning

Model pembelajaran yang berfokus pada penciptaan produk atau proyek nyata yang menuntut kolaborasi dan berpikir kreatif.

Artikulasi

Mirip permainan pesan berantai, guru menyampaikan materi pada siswa, lalu siswa menyampaikan materi tersebut kepada teman lainnya, demikian seterusnya sampai semua siswa menerima materi.

CPS (Creative Problem Solving)

CPS benar-benar pembelajaran inovatif yang mampu melatih kemampuan memecahkan masalah.

Pada setiap tahapnya siswa melakukan kegiatan kreatif untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan problem yang dihadapi.

Baca Juga: Sosok Ade Armando Diangkat Jadi Komisaris PLN, Awet Muda Umurnya Ternyata Sudah 63 Tahun

CRI (Certainly of Response Index)

Inilah pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengukur seberapa besar siswa yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Keyakinan dalam diri siswa akan memberi tahu kita sejauh mana siswa mau menerapkan ilmu/materi yang kita ajarkan.

Debate

Seperti kita tahu, debat selalu menghadirkan pihak yang pro dan kontra. Jadi siswa dilatih berpikir kritis dengan mempertahankan argumennya atau kelompoknya.

Guru harus pintar-pintar menjadi fasilitator, agar pendapat siswa tetap relevan dengan materi yang dipelajari.

Baca Juga: TAMBAHAN TPG 100 Persen dalam THR dan Gaji ke 13 2025 Cair di Bulan Desember atau Tahun Depan? Simak Penjelasannya!

Environmental Learning

Pembelajaran yang mengharuskan guru harus kreatif menyediakan sumber belajar yang kaya dan relevan.

Environmental learning mengajak siswa terlibat aktif dan dominan untuk menggali dan mengeksplorasi sumber belajar yang disiapkan guru.

Everyone is Teacher Here

Semua siswa bisa menjadi guru, adalah strategi bagus untuk melatih siswa memunculkan keberaniannya menyampaikan gagasan kepada teman-temannya.

Secara bergantian, siswa menjadi narasumber untuk satu topic, diikuti siswa lain yang menjadi narasumber untuk lain.

Example Non Example

Pembelajaran ini menitikberatkan pada penyajian contoh-contoh dari gambar, malajah, koran, internet, dan sebagainya.

Baca Juga: HADAPI UKPPPG Tahun 2025, Begini Ketentuan dan Urutan MATERI UJIAN bagi Peserta, Bersiap SIMULASI UJIAN Daring

Penyajiannya juga bisa dilakukan dengan menempel di papan tulis atau lewat OHP.

Terpenting, gambar yang dipilih memuat 2 hal, pertama gambar yang merupakan contoh dari materi yang dipelajari (example), kedua gambar yang bukan contoh dari materi (non example).

Experiental Learning

Pembelajaran yang menekankan pada pentingnya pengalaman dalam pembentukan pengetahuan baru dalam pikiran siswa.

Kegiatan memperoleh dan mentransformasi pengalaman dilakukan dalam bentuk pengamatan langsung (eksperimen).

Baca Juga: DPR Usulkan Sekolah Kedinasan Tak Lagi Gratis, Jaminan CPNS pun Dihilangkan?

Masih ada puluhan model Deep Learning lain yang dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta kompetensi yang ingin dikembangkan.

Setiap pendekatan memiliki keunikan tersendiri dalam membangun suasana belajar yang lebih aktif, reflektif, dan bermakna.

Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menghidupkan proses belajar di kelas.

Di era Kurikulum Merdeka, pendekatan yang bersifat mendalam sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Mari kita gunakan pendekatan ini sebagai jembatan menuju pendidikan yang lebih relevan dan transformatif bagi generasi masa depan. Siap mencoba?

Pantau terus perkembangan informasi mengenai guru dan dunia Pendidikan di kanal Edugov Pojoksatu.id, melalui aplikasi berikut ini:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212

Demikian ulasan mengenai contoh model pembelajaran Deep Learning. Semoga bermanfaat!***