POJOKSATU.ID - Langkah penting dalam program Pendidikan Profesi Guru atau PPG Kemenag 2025 adalah penyusunan jurnal pembelajaran untuk Modul 1: Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Umum.
Dalam artikel ini, Pojoksatu.id akan membagikan tips dan tutorial atau panduan langkah demi langkah, mulai pemilihan topik hingga cara mengunggah jurnal di platform Ruang GTK.
Panduan ini sangat diperlukan karena jurnal menjadi bukti reflektif implementasi teori ke praktik kelas, sekaligus syarat validasi tugas PPG.
Baca Juga: DPR Usulkan Sekolah Kedinasan Tak Lagi Gratis, Jaminan CPNS pun Dihilangkan?
1. Pemilihan Topik Jurnal
Guru peserta PPG diberikan empat pilihan topik jurnal berdasarkan empat unit modul 1:
1. Penerapan prinsip Understanding by Design (UbD),
2. Rancangan pembelajaran berdiferensiasi,
3. Pendekatan Teaching at the Right Level (TARL),
4. Implementasi Culturally Responsive Teaching.
Baca Juga: Tutorial Lengkap Cara Masuk dan Penjelasan Tugas PPG Kemenag 2025 Batch 2 di Ruang GTK
Peserta diminta memilih satu topik yang menurut mereka mudah dan menyenangkan untuk dijadikan dasar aksi nyata dalam jurnal.
2. Persiapan File dan Penamaan
Setelah memilih topik, jurnal dibuat menggunakan Microsoft Word atau Google Docs, kemudian disimpan sebagai format PDF maksimal 10 MB.
Nama file disusun format: `nama_peserta_judul aksi nyata`. Contohnya: `WoroSriHastuti_MerancangPembelajaranBerdiferensiasi.pdf`.
3. Komponen Jurnal yang Harus Diisi
Isi jurnal dibagi menjadi beberapa bagian penting:
A. Latar Belakang
Guru menjelaskan kondisi awal kelas, mengapa memilih topik tersebut, relevansi terhadap kebutuhan siswa, dan harapan atau tujuan jurnal.
B. Konsep
Tuliskan definisi topik berdasarkan modul atau sumber lain, termasuk tujuan dan komponen inti. Misalnya untuk pembelajaran berdiferensiasi: definisi, tujuan, dan elemen praktis dari pendekatan tersebut.
C. Rancangan Pembelajaran
Cantumkan mata pelajaran, jenjang kelas, dan sekolah. Sertakan RPP atau modul ajar sederhana yang biasa digunakan.
D. Kesimpulan
Tuliskan ringkasan temuan jurnal secara singkat (sekitar 300 kata atau sesuai pedoman LPTK).
Misalnya: “Rancangan diferensiasi ini diharapkan mengakomodir keragaman kebutuhan belajar siswa.”
E. Refleksi Diri
Minimal 300 kata, mencakup:
- Sejauh mana asesmen awal berhasil mengidentifikasi kebutuhan siswa,
- Apakah rubrik sudah jelas,
- Rencana tindak lanjut,
- Hambatan dalam pelaksanaan.
Dalam refleksi diri ini, guru diimbau menuliskan refleksi jujur dan membangun.
Baca Juga: Apakah Kadis PUPR Madina Sudah Tersangka atau Bukan, Ini Penjelasan Jubir KPK Budi Prasetyo
F. Umpan Balik
Tuliskan tanggapan dari:
- Rekan sejawat (misalnya “Menurut Anda, apa potensi integrasi keberagaman budaya?”),
- Siswa (contoh: “Saya senang belajar karena…”),
- Kepala sekolah jika ada.
Cantumkan foto sebagai bukti dokumentasi jika tersedia.
G. Dokumentasi
Sertakan 2–3 foto kegiatan pembelajaran di kelas, baik dari arsip lama atau dokumentasi baru.
Baca Juga: SMAN 1 Jayapura Dorong Pemberdayaan Siswa Lewat Proyek Kerajinan dan Sains
4. Proses Penyusunan
1. Buat kerangka sesuai urutan di atas,
2. Isi setiap bagian secara detail dan sistematis,
3. Tambahkan logo LPTK di halaman cover, bisa diikuti judul jurnal, modul dan topik, nama, nomor UKG/NUPTK, lembaga, dan tahun—2025 di cetakan sampul pertama.
Contoh judul:
“Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi pada Bahasa Indonesia Kelas 7 MTs Ittihad Alumam”.
5. Pengunggahan dan Validasi
Setelah file PDF siap:
1. Unggah ke platform Ruang GTK,
2. Isi kolom deskripsi dan refleksi langsung,
3. Centang opsi lalu klik 'Lanjutkan',
4. Tim validasi Ruang GTK akan meninjau dalam maksimal 1×24 jam.
Baca Juga: HOREEE! BOP RA dan BOS Madrasah Siap Dicairkan Kemenag, Pastikan Pengajuan Juli 2025
Jika jurnal ditolak, perbaiki sesuai catatan validasi. Jika diterima, status berubah menjadi 'Selesai'.
6. Tips Agar Jurnal Lolos Validasi
- Gunakan Word/Google Docs dan simpan sebagai PDF; hindari aplikasi desain karena rentan deteksi plagiasi.
- Tuliskan minimal 300 kata untuk bagian refleksi.
- Gunakan gaya bahasa ilmiah dan sistematis.
- Selalu sertakan refleksi mendalam dan bukti dokumentasi kegiatan kelas.
7. Manfaat Jurnal Pembelajaran
Jurnal ini bukan sekadar tugas administrasi, melainkan dokumentasi nyata praktik mengajar:
- Memperlihatkan pemahaman teori ke implementasi,
- Menunjukkan kemampuan merancang pembelajaran responsif,
- Menyertakan evaluasi diri dan tindak lanjut yang berkelanjutan.
Dengan demikian, jurnal menjadi jembatan antara teori dan praktik profesionalisme guru.
Pantau terus perkembangan informasi mengenai guru dan dunia Pendidikan di kanal Edugov Pojoksatu.id, melalui aplikasi berikut ini:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212
Demikian ulasan mengenai cara membuat jurnal pembelajaran Mendalam dan Asesmen (Umum) PPG Kemenag 2025.***




