POJOKSATU.id, FAKULTAS Farmasi Universitas Andalas (Unand) membukan penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) angkatan I tahun 2025/2026.

Pengumuman menerimaan mahasiswa baru Prodi PSPPA Fakultas Farmasi Unand itu diunggah dalam akun resmi kampus, Rabu, 18 Juni 2025.

Disebutkan khusus bagi pendaftar alumni S1 Farmasi Universitas Andalas, jadwal registrasi onlinenya pada tanggal 16 Juni 2025 – 31 Juli 2025 (batas upload berkas jam 17.00 WIB), sedangkan ujian CBT (offline) pada 6 Agustus 2025 (Pukul 08.00 Wib sampai selesai).

Baca Juga: Magang Berdampak Diktisaintek Tahun 2025, Tersedia 10 Lowongan untuk D3 hingga Mahasiswa Sementer Akhir, Cek Daftar Lengkap Persyaratan

Jadwal untuk alumni dari luar Universitas Andalas:

- Registrasi onlinenya 16 Juni 2025-25 Juli 2025 (batas upload berkas jam 23.59 WIB),
- Pengumuman Kelulusan Administrasi 1 Agustus 2025
- Ujian wawancara (offline) 4-5 Agustus 2025.
- Ujian CBT (offline) 6 Agustus 2025 (Pukul 08.00 WIB sampai selesai)

Jadwal Umum

- Pengumuman hasil akan diumumkan pada tanggal 11 Agustus 2025
- Pendaftaran ulang yang lulus dan pengisian KRS 12 – 14 Agustus 2025
- Oriantasi mahasiswa baru pada tanggal 16 Agustus 2025 (offline)
- Kuliah perdana akan dimulai pada tanggal 18 Agustus 2025

Info lengkap kunjungi laman ffarm.unand.ac.id link pendaftaran daftarpmb.unand.ac.id

Baca Juga: DOWNLOAD File PDF Contoh POST TEST dan Jurnal Pembelajaran Modul 3 PPG 2025, Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN)

SIMA Unand

Sementara itu, Unand menegaskan komitmennya sebagai kampus yang ramah disabilitas dengan menghadirkan pelaksanaan ujian tulis Seleksi Masuk (SIMA) 2025 yang inklusif.

Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak empat peserta penyandang disabilitas mengikuti ujian secara serentak di berbagai Laboratorium Komputer (Labkom) yang telah ditetapkan, salah satunya di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Kampus Limau Manis.

Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof Syukri Arief menyampaikan bahwa inklusivitas dalam pendidikan tinggi merupakan bagian dari upaya menjunjung kesetaraan akses pendidikan bagi semua kalangan.

Baca Juga: Update Pencairan TPG Triwulan II dan Gaji 13, Simak Info Resmi dari Kemenkeu 18 Juni

“Kami memastikan bahwa seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian SIMA, mulai dari registrasi, penyediaan fasilitas pendukung, hingga pendampingan oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI), semua disiapkan dengan maksimal,” ujar Prof Syukri saat memantau pelaksanaan ujian SIMA, Rabu, 18 Juni di Labkom Fakultas Hukum. ***