POJOKSATU.id — Dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu 2025, guru diberi tugas refleksi sebagai bagian dari proses pembelajaran lanjutan.

Salah satu fokus refleksi adalah penerapan prinsip Understanding by Design (UbD) dalam merancang pembelajaran yang efektif.

Prinsip ini menuntut guru untuk memulai perencanaan pembelajaran dengan menetapkan tujuan akhir yang ingin dicapai siswa, kemudian merancang asesmen dan pengalaman belajar yang mendukung pemahaman mendalam siswa.

Merancang dengan Fokus pada Tujuan Akhir

Understanding by Design (UbD) berangkat dari pertanyaan mendasar: apa yang benar-benar harus dipahami siswa?

Baca Juga: DATA Kepala Sekolah Tak Muncul di SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025, Solusi Apa yang Harus Dilakukan?

Bukan hanya sekadar apa yang harus diketahui, tetapi pemahaman yang mendalam dan kemampuan untuk mengaplikasikannya.

Untuk itu, UbD memperkenalkan tiga tahap utama dalam proses perencanaan pembelajaran:

  1. Menetapkan Hasil yang Diinginkan (Desired Results)
    Guru mengidentifikasi kompetensi inti atau tujuan utama pembelajaran. Ini mencakup apa yang siswa seharusnya pahami, kuasai, dan mampu aplikasikan setelah proses pembelajaran.

  2. Menentukan Bukti yang Diterima (Acceptable Evidence)
    Setelah tujuan jelas, guru merancang cara mengukur pencapaian tersebut. Bentuk asesmen bisa berupa evaluasi formatif, sumatif, tugas proyek, maupun portofolio yang dapat menunjukkan pemahaman siswa secara menyeluruh.

  3. Merancang Pengalaman Belajar (Learning Experiences and Instruction)
    Dengan tujuan dan asesmen yang sudah ditetapkan, guru kemudian merancang kegiatan pembelajaran yang tepat agar siswa mampu memahami konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal.

Kerangka kerja ini membantu pembelajaran menjadi lebih terarah dan konsisten dari awal sampai akhir.

Baca Juga: TERBARU VERSI RUANG GTK dengan NILAI TERTINGGI, Contoh Soal dan Jawaban Post Test PPA Umum 2 Modul 1 PPG Guru Tertentu 2025

Mengenal Prinsip Understanding by Design

Prinsip UbD dikembangkan oleh McTighe dan Wiggins untuk membantu guru mendesain proses belajar-mengajar secara efektif.

Menurut Dhitta Sarasvati Ramli dan rekan dalam jurnal Praktik Mengajar Understanding by Design (UbD) bagi Calon Guru Pendidikan Matematika di Universitas Sampoerna, Jakarta (2023), proses belajar harus didesain dengan baik agar pemahaman siswa optimal.

Baca Juga: Kunci Jawaban Rubrik Checklist PPG Guru Tertentu 2025 Modul 1 Topik 1 Understanding by Design pada Pembelajaran

Dimulai dengan penetapan tujuan pembelajaran, dilanjutkan dengan penentuan asesmen, dan akhirnya desain proses pembelajaran.

Melalui prinsip ini, siswa dapat memahami gagasan-gagasan utama (big ideas) dari topik pembelajaran, sehingga penguasaan materi menjadi lebih bermakna.

Manfaat Prinsip UbD dalam Pembelajaran

a. Fokus pada Pemahaman
UbD mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan. Siswa diajak menghubungkan pengetahuan baru dengan yang telah dimiliki.

b. Relevansi
Tujuan pembelajaran yang jelas dan relevan dengan kehidupan siswa membuat pembelajaran lebih bermakna dan menarik.

c. Asesmen yang Bermakna
Asesmen di desain untuk mengukur pemahaman siswa secara menyeluruh, memungkinkan guru memberikan umpan balik yang efektif.

d. Kegiatan Pembelajaran yang Terarah
Setiap aktivitas belajar dirancang dengan tujuan yang jelas dan terukur, sehingga kegiatan tidak sia-sia.

e. Keterlibatan Siswa
UbD mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, baik dalam menemukan jawaban maupun mengevaluasi hasil belajar mereka.

Baca Juga: BAPAK IBU Guru Harus Tahu! Ciri-ciri SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Valid!

Tantangan Menerapkan UbD

Meskipun banyak manfaat, guru juga menghadapi beberapa kendala:

a. Waktu
Merancang pembelajaran dengan UbD memerlukan waktu lebih banyak dibanding metode tradisional.

b. Sumber Daya
Tidak semua guru memiliki akses ke sumber daya pendukung, seperti buku, teknologi, dan pelatihan.

c. Perubahan Budaya
Menerapkan UbD berarti mengubah budaya pembelajaran di kelas yang berpusat pada siswa dan tujuan, yang mungkin belum familiar bagi sebagian guru dan siswa.

d. Kompleksitas
Kerangka UbD cukup kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam, sehingga tidak semua guru merasa nyaman dengan seluruh aspeknya.

Contoh Jawaban Refleksi Understanding by Design

Setelah memahami konsep UbD, guru diminta membuat refleksi singkat tentang penerapan prinsip tersebut dalam pembelajaran.

Baca Juga: KAPAN SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Diverifikasi? Cek Informasinya!

Berikut adalah contoh jawaban reflektif yang bisa dijadikan referensi:

Contoh Jawaban 1

Refleksi dari pembelajaran prinsip Understanding by Design (UbD) menegaskan pentingnya merancang pembelajaran dengan tujuan yang jelas dan asesmen yang terarah. Saya belajar memulai dari tujuan akhir, yaitu menentukan apa yang ingin dicapai siswa sebelum merancang aktivitas dan materi.

UbD membantu saya menyusun rencana pembelajaran lebih sistematis dan berorientasi hasil. Tantangan yang saya hadapi adalah memastikan keterlibatan aktif semua siswa agar tidak ada yang tertinggal, yang membutuhkan pendekatan pengajaran yang lebih personal dan diferensiasi.

Contoh Jawaban 2

Mempelajari UbD membuka wawasan saya sebagai guru akan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang. Menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas adalah langkah krusial awal yang memungkinkan saya merancang asesmen dan kegiatan belajar yang mendukung pemahaman siswa terhadap gagasan utama materi.

Penerapan UbD membuat siswa lebih memahami dan mengapresiasi materi. Namun, keterbatasan waktu untuk merancang dan menyesuaikan desain pembelajaran ideal menjadi tantangan utama, yang harus saya atasi dengan komitmen belajar dan adaptasi.

Baca Juga: BERAPA Lama Hasil Verifikasi SPTJM PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Muncul di Info GTK setelah Proses Pengunggahan?

Contoh Jawaban 3

Sebagai guru, pembelajaran prinsip UbD memberikan wawasan baru dalam merancang proses belajar-mengajar yang efektif. Saya belajar menetapkan tujuan pembelajaran terlebih dahulu sebelum menentukan asesmen dan desain proses belajar.

Prinsip ini membantu saya fokus pada gagasan utama materi agar siswa dapat menguasai materi dengan baik. Tantangan yang saya alami adalah menyesuaikan desain pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa yang beragam, sehingga diperlukan perencanaan matang dan fleksibilitas pelaksanaan. ***