POJOKSATU.ID - Proses seleksi calon kepala sekolah untuk program Sekolah Rakyat telah memasuki babak krusial dengan dimulainya tahap wawancara pada pekan ini.

Dari sekitar 600 kandidat awal, sebanyak 190-an calon kepala sekolah berhasil melaju ke tahap wawancara.

Tim Formatur Sekolah Rakyat, yang diketuai oleh Prof. M. Nuh, menyatakan bahwa dari jumlah tersebut, hanya sekitar 60 orang yang akan terpilih untuk menjadi kepala sekolah di Sekolah Rakyat.

Prof. Nuh menjelaskan bahwa setelah terpilih, 60 kepala sekolah ini akan menjalani pelatihan intensif, diikuti dengan program magang di sekolah-sekolah yang merepresentasikan karakteristik Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 1.600 Guru Terbaik untuk Sekolah Rakyat, Wujud Nyata Komitmen Pendidikan

Tahapan ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pemahaman mendalam tentang lingkungan dan kebutuhan khusus siswa.

Setelah itu, para kepala sekolah ini akan turut serta dalam proses pelatihan bagi calon guru yang akan direkrut.

Ada kriteria khusus yang ditetapkan untuk calon kepala sekolah ini, yang mencakup syarat administrasi dan tiga kompetensi tambahan.

Secara administratif, calon kepala sekolah wajib memiliki latar belakang pendidikan sarjana.

Baca Juga: Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat: Kesempatan Emas di 10 Titik Lokasi!

Namun, jika belum memenuhi kualifikasi ini, Prof. Nuh memastikan bahwa selama pelatihan, mereka akan diintensifkan untuk menguasai tiga kompetensi penting tersebut.

Prof. Nuh menegaskan bahwa karena jumlah kandidat yang diwawancarai lebih banyak dari posisi yang tersedia, pasti akan ada calon yang tidak lolos seleksi.

Keputusan akhir mengenai siapa yang akan terpilih akan dibahas bersama dengan para Menteri, memastikan bahwa standar yang telah ditetapkan terpenuhi.

Dalam urutan perekrutan sumber daya manusia untuk Sekolah Rakyat, Prof. Nuh menyebutkan bahwa proses akan diawali dengan kepala sekolah, diikuti oleh wali asrama, wali asuh, dan terakhir guru-guru.

Setiap tahapan perekrutan akan disertai dengan masa training yang komprehensif.

Proses seleksi wawancara akan dilakukan secara online mengingat para calon kepala sekolah berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Metode ini dipilih untuk memudahkan akses dan menjangkau lebih banyak kandidat potensial.

Prof. Nuh juga menyampaikan harapan bahwa program Sekolah Rakyat ini dapat mulai beroperasi pada pertengahan bulan Juli mendatang.***