POJOKSATU.id - Masyarakat saat ini banyak yang bertanya-tanya kapan pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK 2025 akan dibuka.

Karena diketahui bahwa pada pelaksanaan CPNS maupun PPPK tahun anggaran 2024 banyak masyarakat yang tidak bisa mendaftar.

Diketahui bahwa pelaksanaan CASN 2024 diprioritaskan bagi honorer yang masuk dalam database BKN.

Terkait dengan hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini buka suara.

Baca Juga: Komisi III Tinjau Pelaksanaan KRIS di RSD Gunung Jati, Soroti Ketimpangan Tagihan BPJS

Rini Widyantini mengatakan bahwa saat ini belum ada arahan khusus dari presiden terkait dengan pelaksanaan CPNS dan PPPK 2025.

Pemerintah masih berfokus untuk menyelesaikan seleksi CASN 2024 yang dimana saat ini seleksi PPPK tahap 2 masih berlangsung.

Pengumuman hasil kelulusan PPPK tahap 2 tahun anggaran 2024 baru akan diumumkan pada 16 sampai dengan 30 Juni mendatang.

Baca Juga: Status Penerima Bansos Bukan Syarat Mutlak Jalur Afirmasi RMP di Kota Bandung, Ini Acuannya, Simak Apa Itu Aplikasi Yes Jitu

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS maupun PPPK di tahun berikutnya tidak sama seperti di tahun 2024 ini.

Karena di tahun berikutnya tidak akan ada lagi kebijakan afirmasi.

"Untuk tahun 2024 ini, kebijakan afirmasi menjadi yang terakhir. Sehingga diharapkan selanjutnya pengangkatan ASN dilakukan melalui jalur rekrutmen normal sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan tentunya sesuai dengan kebutuhan," tutur Mensesneg.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Real Mallorca di Liga Spanyol: Pelampiasan di Bernabeu dan Penundaan Pesta Juara

Dengan dihapusnya kebijakan afirmasi, maka seleksi CPNS dan PPPK tahun 2025 akan dibuka secara umum.

Ini berarti semua pihak, baik dari kalangan honorer swasta maupun lulusan baru (fresh graduate), memiliki peluang yang sama untuk mengikuti seleksi ASN tahun depan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk menciptakan proses rekrutmen yang lebih terbuka, kompetitif, dan sesuai dengan standar kebutuhan formasi nasional.

***