POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dan aneka tunjangan guru non-PNS sebagai prioritas utama.
Program prioritas tersebut yang wajib didanai dalam alokasi Anggaran Kemendikdasmen Tahun Anggaran 2025.
Kedua program ini mendapatkan porsi signifikan dalam APBN 2025, mencapai lebih dari 60 persen dari total anggaran kementerian.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, dana sebesar Rp9,67 triliun dialokasikan untuk PIP dengan target menjangkau 17,9 juta siswa.
Baca Juga: Kabar Mengejutkan! Siswa yang Sudah Keluar Sekolah Tetap Bisa Cairkan Dana PIP!
Sementara itu, untuk aneka tunjangan guru non-PNS, anggaran yang disiapkan mencapai Rp11,54 triliun yang diperuntukkan bagi 478.694 guru.
Total anggaran Kemendikdasmen pada tahun 2025 adalah sebesar Rp33,54 triliun, di mana sebagian besar, yaitu Rp30,7 triliun, merupakan anggaran non-operasional yang bersumber dari APBN.
Selain itu, anggaran operasional tercatat sebesar Rp2,7 triliun.
Sumber pendanaan lainnya bagi Kemendikdasmen berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp90,3 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp8,8 miliar.
Baca Juga: Perhatian Siswa Penerima PIP 2025 Begini Cara Mudah Tarik Dana Bantuan Pendidikan Kamu!
Informasi ini disampaikan oleh Diah Dwi Utami dari Direktorat Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan tahun 2025 di Pusdiklat Kemendikdasmen, Bogor.
Diah menjelaskan lebih lanjut bahwa program PIP dan aneka tunjangan guru termasuk dalam daftar program prioritas Kemendikdasmen yang tidak mengalami pemangkasan anggaran.
Bahkan, setelah adanya penyesuaian dan pemfokusan kembali program, anggaran untuk PIP diproyeksikan akan meningkat, dengan target output strategis anggaran pendidikan 2025 menjangkau 20,4 juta siswa.
Sementara itu, target untuk tunjangan profesi guru adalah 477,7 ribu guru dan sertifikasi guru mencapai 666,9 ribu guru.
Menurut Diah, efisiensi anggaran di lingkungan Kemendikdasmen dilakukan pada sumber dana dari APBN sebesar Rp7.264,4 miliar, PNBP sebesar Rp6,99 miliar, dan BLU sebesar Rp0,72 miliar.
Meskipun demikian, beberapa program prioritas lainnya juga tidak dikenakan efisiensi, antara lain Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), bantuan Pendidikan Kecakapan Kerja, Kewirausahaan dan pendidikan keaksaraan, serta bantuan tanggap darurat satuan pendidikan yang terdampak bencana.***




