POJOKSATU.ID - Pada tahun ini, program Sekolah Rakyat di Sumatera Utara (Sumut) akan beroperasi di 4 gedung. 

Keempat gedung tersebut adalah, satu sekolah di gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, dua sekolah di gedung milik Kementerian Sosial di Deliserdang, satu lagi di gedung Kampus V UIN Sumut Tebingtinggi.

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota di Sumut, berkomitmen mendukung program Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga: Polresta Cirebon Ungkap 7 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Berhasil Diamankan

“Tentunya kami Pemda di Sumut, akan terus membantu mengatasi kemiskinan sebagaimana cita-cita Pak Presiden, agar masyarakat miskin bisa senyum dan senang, agar anak mereka dapat pendidikan yang baik dan layak,” kata Bobby dikutip Senin (14/4/2025). 

Sebagai informasi, program sekolah rakyat merupakan sekolah yang diperuntukkan masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar mendapat pendidikan yang berkualitas. 

Sekolah rakyat akan menyediakan fasilitas yang baik bagi siswanya. Siswa juga akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan.

Baca Juga: Kick Off MALAM INI, Timnas Indonesia U17 vs Korea Utara U17, Begini PREDIKSI dan FORMASI Garuda Muda, Adu Disiplin dan Kecepatan, SIAPA LEBIH SIAP

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengharapkan Sekolah Rakyat di Sumut bisa menerima murid baru pada pertengahan tahun 2025 ini. 

Saat ini pihaknya sedang mensimulasikan berapa kebutuhan anggaran. Saifullah mengatakan kurang lebih akan ada 50 Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada tahun ini di Indonesia.

“Kita sedang simulasi, kalau misal 50 sekolah butuh berapa siswa dan lain sebagainya, jadi kita sedang melakukan simulasi, kita sedang menghitung secara nasional dan kita sedang proses nasionalisasi,” ungkap Saifullah.

Baca Juga: AWAS! Kesalahan Kecil Ini Ternyata Bisa Bikin TPG Tidak Dicairkan Lho Bapak Ibu! Segera Cek Apakah Anda Sudah Melakukannya!

Gubernur Klaim 21 Kabupaten/Kota di Sumut Mau Berpartisipasi

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan saat ini sudah ada 21 Kabupaten/Kota di Sumut yang mengusulkan Sekolah Rakyat.

"Kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melaporkan bahwa pada hari ini sudah ada 21 kabupaten/kota yang mengusulkan sekolah rakyat," kata Bobby Nasution. 

"Ini luar biasa. Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan rakyat di Sumut, merasakan pendidikan, sehingga anak-anak yang tidak mampu bisa meraih apa yang menjadi cita-citanya kelak," kata Bobby.

Baca Juga: Hari Kuantum Sedunia: Merayakan Superposisi Kuantum dengan Google Doodle

Bobby pun berharap, Sekolah Rakyat nantinya sesuai yang dicita-citakan Presiden bahwa bagaimana orang miskin tidak merasa lapar, dompetnya tebal, dan semua ini bisa dimulai dari tingkat pendidikan.

"Karena itu kami sangat menginginkan dari 21 usulan, semuanya bisa dibangun. Sementara daerah yang tidak mengusulkan bukan tidak mau, namun karena keterbatasan aset, mereka sedang melakukan pengadaan lahan ataupun penambahan lahan untuk Sekolah Rakyat," ucap Bobby.

Pemprov Sumut, lanjut Bobby, mempunyai beberapa aset yang dilengkapi asrama, tempat tinggal, ada tempat pelatihan yang bisa digunakan. 

Aset tersebut berada di Kota Medan. Aset lainnya adalah merupakan milik kabupaten/kota.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Bournemouth vs Fulham: Laga Krusial Dua Tim Papan Tengah

Sementara Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga di tingkat desil 1 dan 2. Artinya bagi keluarga miskin ekstrem dan miskin. Targetnya setiap daerah terdapat Sekolah Rakyat.

Namun untuk sementara ada 53 Sekolah Rakyat yang rencananya dibangun di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Tebingtinggi. 

Jenjang sekolahnya, kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu, mulai dari SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas 1.000 siswa dan dilakukan bertahap.

Baca Juga: WADUH! Kementerian Siapkan Sanksi Tegas Bagi Peserta PPG Daljab Tahun 2025 yang Melakukan Kesalahan Ini!

"UIN Sumut di Kota Tebingtinggi adalah usulan dari Marahalim Harahap yang merupakan Ketua PB NU Sumut. Saya ke sini langsung cek lokasinya. UIN Sumut ini akan menjadi lokasi Sekolah Rakyat," ucapnya.

Untuk mendirikan Sekolah Rakyat, Kemensos mensyaratkan luas lahan yang disediakan sedikitnya 6 hektare. 

Jika lebih, maka akan lebih bagus. Untuk UIN Sumut di Kota Tebingtinggi ini, sesuai apa yang dikatakan Walikota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, bahwa akan dilakukan perluasan lahan untuk Sekolah Rakyat.

Saya menangkapnya gagasan ini untuk memuliakan orang miskin dan bangkitnya wong cilik pada Indonesia emas. Indonesia emas tidak akan tercapai tanpa kebangkitan wong cilik," ucapnya.

Baca Juga: MULAI HARI Ini TPG Triwulan I Tahap 4 Dicairkan, SEGERA Cek Apakah Syarat Bapak Ibu Guru Sudah Terpenuhi!

Sementara itu Rektor UINSU Medan Nuhayati menjelaskan bahwa UINSU yang berlokasi di Kota Tebingtinggi Tinggi adalah kampus kelima. 

Kampus ini sebelumnya adalah bekas bangunan akademi kebidanan. Sehingga ada fasilitas-fasilitas yang tersedia seperti asrama, laundry, dan lainnya.

"Fasilitas memang belum lengkap, daya tampungnya bisa mencapai 300 siswa," ucap Nurhayati.

Menanggapi hal itu Walikota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih mendukung program Presiden RI tentang Sekolah Rakyat.

Baca Juga: 7 Resep Es Segar Simpel, Cocok untuk Cuaca Panas dan Kantong Tipis

Ia menyebutkan bahwa bangunan UINSU merupakan aset Pemko Tebingtinggi yang sudah dihibahkan ke UINSU.

"Insya Allah bisa kita penuhi, kita realisasikan perluasan lahan untuk Sekolah Rakyat. Dan untuk saat ini, Pemkot Tebingtinggi juga mengusulkan Sekolah Rakyat kepada Gubernur Sumut," pungkasnya. ***