POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah resmi meluncurkan pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2025.c.
Pembaruan ini dirilis sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan sistem pendataan pendidikan nasional dengan program prioritas pemerintah.
Aplikasi Dapodik versi 2025.c dirancang untuk digunakan dalam pengumpulan data semester Genap tahun ajaran 2024/2025.
Selain mendukung kelengkapan dan akurasi data pendidikan, versi terbaru ini juga membawa sejumlah perbaikan teknis yang meningkatkan fungsionalitas aplikasi.
Fitur dan Perbaikan Terbaru
Pembaruan Aplikasi Dapodik 2025.c mencakup beberapa perbaikan penting, antara lain:
1. Penyempurnaan validasi dalam perhitungan jumlah wakil kepala sekolah.
2. Perbaikan validasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) khusus untuk kelas 13 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3. Pembaruan pada isian NPWP bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) menjadi 16 digit agar sesuai dengan format nasional.
Langkah Pembaruan Aplikasi
Satuan pendidikan dapat memperbarui aplikasi menggunakan patch, dengan ketentuan sebelumnya telah terpasang Dapodik versi 2025.b.
Berikut langkah-langkah pembaruannya:
1. Unduh patch dari laman resmi (tautan belum tersedia).
2. Pasang patch pada perangkat.
3. Tekan Ctrl + F5 untuk menyegarkan halaman dan pastikan versi aplikasi telah berubah ke 2025.c.
4. Masuk menggunakan akun satuan pendidikan.
5. Klik tombol Tarik Data.
6. Lakukan pengisian dan perbaikan data.
7. Jalankan proses Validasi.
8. Lakukan Sinkronisasi untuk mengirim data ke server pusat.
9. Dukung Kualitas Pendidikan Nasional
Kemendikbudristek mendorong seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan pembaruan aplikasi.
Keakuratan dan keterbaruan data sangat krusial dalam mendukung kebijakan berbasis data yang menjadi fondasi program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Peluncuran Dapodik versi 2025.c merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia yang adaptif, transparan, dan berbasis data. ***




