POJOKSATU.id - Sampai dengan saat ini, ternyata baru 3 daerah yang telah merampungkan verifikasi dan validasi data rekening guru.
Hal itu diungkap langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Padahal proses verifikasi dan validasi data rekening guru ini merupakan tahapan penting dalam proses pencairan tunjagan langsung ke rekening guru.
Apalagi mulai tahun ini, pencairan tunjangan guru dilakukan langsung transfer ke masing-masing rekening guru.
Seperti diketahui bersama, Mendikdasmen Abdul Mu'ti sebelumnya sudah menyampaikan tentang mekanisme pencairan tunjangan guru.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana dana tunjangan guru lebih dulu ditransfer pemerintah pusat ke kas rekening daerah.
Barulah kemudian pemerintah daerah melakukan penyaluran ke masing-masing rekening guru.
"Transfer langsung," tegas Abdul Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 10 Maret 2025.
"Tunjangan guru yang selama ini lewat rekening pemerintah daerah, nanti akan ditransfer langsung dari Kemenkeu," sambung dia.
Mu'ti juga menyatakan, penyaluran tunjangan guru akan dilakukan secara bertahap mulai 21 Maret 2025.
Dia memastikan peraturan terkait penyaluran dan pencairan tunjangan guru telah rampung.
"Tinggal nanti Pak Presiden akan menyampaikan kebijakan baru ini dimana tunjangan guru akan ditransfer langsung tanpa perlu ke rekening pemerintah daerah," tutur dia.
Hal ini kemudian disusul dengan peluncuran pencairan tunjangan guru langsung ke rekening secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Peluncuran ini secara resmi dilakukan di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikdasmen, di Jakarta, Kamis 13 Maret 2025.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Maret 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, mendapat kehormatan meluncurkan mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN daerah langsung ke rekening guru," ucap Prabowo.
Dengan peluncuran ini, maka dipastikan bahwa penyaluran tunjangan guru tidak lagi tidak lagi dilakukan oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Kabar Terbaru Tambahan 100 Persen Tunjangan Sertifikasi, Acuannya PP Nomor 11 Tahun 2025
Dengan penyaluran langsung, Prabowo berharap mekanisme baru ini bisa membuat tunjagan diterima tanpa kendala dan tepat waktu.
Prabowo menyebut, mekanisme baru ini adalah salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Tanah Air.
Adapun tunjangan guru yang ditransfer langsung ke rekening mulai tahun ini adalah:
Baca Juga: Sudah Fiks, Ini Jadwal Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 1 dan THR 2025
1. Tunjangan Profes Guru (TPG)
2. Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi guru bersertifikat
3. Tambahan penghasilan bagi guru yang belum memiliki serdik
Faktanya, Banyak Pemda Molor
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkap sejumlah fakta penting.
Yakni terkait mekanisme pencairan tunjangan guru yang berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.
Abdul Mu'ti menyampaikan, mekanisme penyaluran tunjangan guru melalui pemda ini sudah dilakukan selama 15 tahun.
Yakni tepatnya mulai dari 2010 sampai dengan 2024 kemarin.
Dimana Kementerian Keuangan mentransfer dana tersebut ke rekening kas umum daerah.
Untuk selanjutnya ditransfer ke rekening guru masing-masing.
"Proses transfer itu sebagian besarnya dilakukan 3 bulan sekali," ungkap dia, dikutip Pojoksatu.id.
Menteri yang akrab disapa Abe itu akhirnya membuat proses transfer yang memakan waktu cukup lama.
"Guru menerimanya per 3 bulan. Bahkan di beberapa daerah ada yang mengalammi keterlambatan dengan berbagai alasan," bebernya.
Baca Juga: Hindari Kendala Pencairan TPG atau Tunjangan Guru! Cek dan Validasi Rekening Info GTK Sekarang
Menurutnya, kebijakan transfer langsung ke rekening guru ini merupakan terobosan dan jawaban aspirasi guru.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintah selama ini tidak menutup mata dan telinga terhadap aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Abe, sapaan akrabnya, juga memaparkan jumlah guru penerimta tunjangan secara langsung.
Guru penerimta tunjangan itu dipastikan adalah guru yang berstatus ASN maupuan non ASN.
"Kami laporkan bahwa guru ASN yang menerima transfer langsung adalah 1.476.964," ungkap dia.
"Sedangkan utnuk guru non ASN yang berjumlah 392.802 menerima transfer langsung ke rekening masing-masing dari kemendikdasmen," sambungnya.
Mendikdasmen juga menurutkan bahwa saat ini proses verifikasi dan validasi data rekening guru masih terus berlangsung.
"Dana akan ditransfer apabila data-data telah valid," ujar Abe.
Baru 3 Daerah Tuntas Verval Data Rekening Guru
Pada kesempatan itu pula, Abdul Mu'ti juga mengungkap hingga saat ini baru ada 3 daerah yang tellah merampungkan verval data rekening guru.
"Izinkan, Pak Presiden, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada 3 kabupaten," tutur Abe.
Abe menyebut, ketiga kabupaten tersebut merupakan daerah yang paling cepat melengkapi semua verval data rekening guru.
"Yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Temanggung, dan kampung halaman saya, Kabupaten Kudus," beber Abdul Mu'ti.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Prof Nunuk Suryani juga sudah mengingatkan pemerintah daerah.
Baca Juga: Sama-sama Valid, Apa Perbedaan Kode 13 dan 16 pada Status Validasi TPG di INFO GTK?
Nunuk Suryani mengingatkan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam kelancaran proses pencairan tunjangan guru.
Sebab pemda berperan menyampaikan langsung data rekening guru kepada Ditjen GTKPG sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri.
Karena itu Nunuk Suryani meminta pemda membantu dan memfasilitasi guru dalam perbaikan data rekening yang belum sesuai.
Kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemda ini akan mempercepat proses pencairan dan penyaluran tunjangan guru.
Penting juga untuk dipastikan tidak ada guru yang tertinggal dalam penerimaan tunjangan.
"Pemda diharapkan secara aktif mengirimkan data rekening guru dan mempercepat pengusulan Surat Keputusan Penerima Tunjangan melalui Aplikasi SIMTUN," ingat Nunuk Suryani.
Seperti diketahui, pencairan tunjangan guru masuk rekening guru dilakukan mulai pada 21 Maret 2025.
Dengan demikian, saat artikel ini ditulis pada Kamis 13 Maret 2025, maka menyisakan 8 hari sampai waktu pencairan tunjangan guru langsung ke rekening.
Sementara proses verval data rekening guru dilakukan secara bertahap dan pastinya membutuhkan waktu selama berhari-hari.
Dengan demikian, dipastikan bahwa pencairan tunjangan guru langsung masuk rekening tidak secara serentak.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Besar kemungkinan pencairan masuk rekening guru di daerah yang satu dengan daerah lainnya akan berbeda tanggal.***




