POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto mengambil Langkah signifikan dalam efisiensi anggaran negara.
Prabowo menginsrusikan pemotongan belanja sebesar Rp306,69 triliun di tahun 2025.
Kebijakan ini resmi tertuang dalam Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Efisiensi anggaran ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Anggaran tersebut lantas dialihkan ke program prioritas pemerintah, salah satunya adalah program makan bergizi gratis bagi anak sekolah dan juga ibu hamil.
Program makan bergizi gratis ini disebutkan membutuhkan tambahan dana yang besar mencapai Rp100 triliun.
Saat ini beberapa instansi mengalami pemotongan nggaran yang signifikan, salah satunya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Salah satu anggaran yang dipotong pada Kemendikdasmen adalah pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025.
Hal ini diungkapkan oleh Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI pada Rabu, 12 Februari 2025.
Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa anggaran pelaksaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025 ikut terkena pemotongan dari yang sebelumnya Rp543,2 miliar kini menjadi Rp435,6 miliar.
Ada potongan anggaran sebesar Rp106 miliar terkait pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025.
"Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) baik untuk Guru ASN maupun Non ASN yang belum memiliki sertifikasi profesi tetap mendapat perhatian," kata Mu'ti dikutip dari TVR Parlemen pada Kamis, 13 Februari 2025.
Baca Juga: KAPAN Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Mendapatkan LPTK? Cek Penjelasannya
Pemotongan anggaran ini tentunya sangat berdampak pada pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025.
Dengan adanya pemotongan tersebut, maka menurut Abdul Mu'ti pemerintah saat ini belum bisa menuntaskan target peserta 806 guru di tahun 2025 ini.
"Pemerintah belum bisa menyediakan secara penuh untuk 806 ribu orang," ujarnya.
Di tahun 2025 ini hanya ada 400 ribu guru yang melaksanakan PPG.
Sementara 400 ribu guru lainnya gagal mengikuti pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahun 2025.
"Hampir separuhnya tetap dibiayai tahun 2025, yang sudah disepakati 400 sekian ribu untuk PPG tahun 2025," imbuhnya.
***



