POJOKSATU.id — Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) resmi diluncurkan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Program ini digagas oleh Save The Children Indonesia yang bekerja sama dengan tujuh Mitra Pelaksana Lokal di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Guru Belajar Foundation sebagai mitra pelaksana di Pesisir Barat.
KREASI bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak usia pra-sekolah dan sekolah dasar.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemedikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: Informasi Penting untuk Guru yang Baru Lulus PPPK Tahap 1 dan PPG di Tahun 2025!
Sebagai langkah awal, tim KREASI mengadakan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Pesisir Barat pada Senin (3/2/2025) dan Selasa (4/2/2025).
Jon Edward, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, menyambut baik kehadiran tim KREASI di wilayahnya dan menyatakan kesiapannya untuk turut serta dalam menyukseskan program ini.
“Kami siap mendukung dan membersamai proses ini. Kami siap membantu koordinasi dengan Kemenag maupun Disdik. Tolong libatkan kami, kami siap,” ujar Jon.
Ia menekankan bahwa program KREASI sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data, seperti yang tercantum dalam Rapor Pendidikan 2024.
Dengan pendekatan berbasis data, intervensi yang dilakukan diharapkan lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan daerah.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Erik Putra, Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat.
“Saya sangat senang dengan kehadiran Guru Belajar Foundation di Pesisir Barat,” ungkapnya.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk semua mitra yang mendukung pendidikan di sini. Isu inklusi, sosial, dan rendahnya literasi memang masih banyak yang perlu diperbaiki,” lanjut Erik.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaktifan satuan tugas perlindungan anak di setiap sekolah.
“Kami perlu cara untuk mengaktivasi satgas agar bisa aktif dan bertugas sebagaimana mestinya. Mari saling berkolaborasi,” tambahnya.
Dalam kurun waktu empat tahun ke depan, program KREASI di Pesisir Barat akan mendampingi dinas pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah/madrasah, serta guru PAUD/RA dan SD/MI kelas 1-3.
Pendampingan ini bertujuan untuk mewujudkan kebijakan dan praktik pembelajaran yang berpihak pada anak dengan menitikberatkan pada prinsip Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), serta isu perubahan iklim dan mitigasi bencana.
Sari Pratiwi, Program Manager KREASI di Pesisir Barat dari Guru Belajar Foundation, menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di daerah tersebut akibat perubahan iklim.
“Kondisi geografis di pesisir pantai yang juga menjadi tujuan wisata menjadikan Pesisir Barat memiliki kekuatan sekaligus ancaman terkait perubahan iklim.
Anak dalam posisi rentan tapi sekaligus menjadi harapan untuk masa kini dan masa mendatang untuk menghadapi isu ini,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran akan difokuskan pada peningkatan literasi dan numerasi melalui metode pembelajaran yang kontekstual.
“Kolaborasi seluruh ekosistem termasuk dinas pendidikan dan Kemenag tentu akan menguatkan keberhasilan tujuan kita,” tutup Sari.
Peluncuran program KREASI di Pesisir Barat dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari mendatang dalam format hybrid. ***




