POJOKSATU.ID - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 10 Medan, sedang menjadi sorotan publik, usai di demo siswanya sendiri dan viral di media sosial.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 140 siswa kelas XII (3) SMK Negeri 10 Medan terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, karena pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama bermasalah.
Kasi SMK Wilayah 1 Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Duta Syailendra mengungkapkan jika permasalahan tersebut bermula karena operator sekolah mendisi data PDSS di hari terakhir atau injury time.
Baca Juga: Deflasi Kota Bandung Januari 2025 Capai -0,89%, TPK Hotel Desember 67,63%
Tetapi saya lihat keterlambatan orang ini, karena dimasukkan pada hari terakhir. Si petugasnya mengentri data di hari terakhir, tentunya pada saat ini hitam kan bahaya seperti itu," ujar Syailendra kepada awak media, Kamis (6/2/2025).
Para siswa tersebut menuntut tanggungjawab pihak sekolah karena gagal mendaftarkan PDSS untuk mengikuti SNBP 2025.
Profil SMK Negeri 10 Medan
SMK Negeri 10 Medan berada di Jalan Teuku Cik Ditiro No.57, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga: Buntut Kasus Penganiayaan Oknum Polisi di Pelabuhan Makassar: Kini Korban dan Pelaku Berakhir Damai
Dilihat melalui website Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jika SMK Negeri 10 Medan memiliki akreditas A.
SMK Negeri 10 Medan memiliki 19 ruangan kelas dan 1 perpustakaan.
Adapun jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 1.063 siswa dengan rincian, 252 orang siswa laki-laki, dan 811 orang siswa perempuan. Dengan kepala sekolah bernama Julpiner Simanungkalit.
Jika dilihat di Instagram @smkn10medan, sekolah tersebut memiliki 4 konsentrasi keahlian, yaitu:
1. Kuliner
2. Desain Komunikasi Visual
3. Desain Produksi Busana
4. Tata Kecantikan
Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024/2025, SMK Negeri 10 Medan memberikan 20% untuk jalur afirmasi. Selanjutnya, 5% untuk perpindahan orang tua, 5% untuk prestasi lomba, dan 10% jarak domisili terdekat.
Baca Juga: Stok LPG 3 Kg di Bandung Aman, Disdagin: Tak Perlu Panic Buying
Siswa SMK Disiapkan untuk Bekerja
Dalam wawancaranya bersama wartawan, Kasi SMK Wilayah 1 Dinas Pendidikan Sumut, Duta Syailendra mengungkapkan jika siswa SMK disiapkan untuk bekerja.
Diketahui permasalahan pengisian PDSS di SMK Negeri 10 ini mengalami kendala, yaitu 1 mata pelajaran ketika diinput dibaca selalu 0 (nol).
Syailendra mengatakan jika hal itu terjadi karena siswa SMK di semester 5 PKL. Maka dari itu, sekolah harus mengakali pengisian PDSS tersebut.
"Kurikulum Merdeka ini, Semester 5 ini siswa SMK diwajibkan PKL. Jadi memang harus diakali jadinya. Itu resikonya," terang Syailendra.
Menurut Syailendra hal itu berdasarkan keputusan kementerian karena siswa SMK disiapkan untuk bekerja.
"Kenapa kementrian berpikir seperti itu, ya karena SMK ini tidak untuk melanjut. Kalaupun melanjut ke Politeknik. Jadi di SMK itu membuka lapangan kerja, menjadi wiraswastawan," ungkapnya. ***



