POJOKSATU.ID – SMAN 1 Mempawah Hilir mengalami kendala serius dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini.

Akibat kelalaian dalam pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS), sekolah ini harus menerima kenyataan pahit bahwa siswanya tidak dapat mengikuti seleksi tanpa tes tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah pihak sekolah menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan orang tua yang terdampak.

Baca Juga: SMA Negeri 1 Mempawah Lalai dalam pengisian PPDS, Ratusan Siswa Gagal Mengikuti SNBP!

Profil SMAN 1 Mempawah Hilir

SMAN 1 Mempawah Hilir adalah sekolah menengah atas negeri yang terletak di Jalan Raden Kusno, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Dengan motto "Maju Bersama Hebat Semua," sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi para siswanya.

Memiliki NPSN 30101120, sekolah ini beroperasi dengan status negeri dan diselenggarakan dalam waktu penuh selama lima hari dalam seminggu.

SMAN 1 Mempawah Hilir memiliki fasilitas yang memadai, termasuk akses internet berbasis serat optik serta sumber listrik dari PLN dengan daya 32.000 watt.

Baca Juga: SPMB STAN 2025 RESMI Tidak Menggunakan SNBT! Yuk Simak yang Mau Kuliah Disini!

Sekolah ini juga dalam proses sertifikasi ISO untuk meningkatkan standar mutu pendidikan.

Dari sisi sanitasi, sekolah telah menyediakan fasilitas air minum untuk siswa, tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta jamban dengan sistem leher angsa.

Sumber air sanitasi berasal dari ledeng atau PAM, dengan kecukupan air yang memadai untuk mendukung aktivitas sekolah sehari-hari.

Selain itu, SMAN 1 Mempawah Hilir menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna mendukung kegiatan pendidikan.

Dengan berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia, sekolah ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan bagi siswa dan masyarakat sekitarnya.

Kepala SMAN 1 Mempawah Hilir, Endang Superi Wahyudi, S.Pd., mengungkapkan bahwa kesalahan ini terjadi karena adanya kelalaian administrasi dalam proses penginputan data sekolah ke sistem PPDS.

Beberapa siswa yang seharusnya berhak mengikuti SNBP merasa kecewa dengan situasi ini.

Baca Juga: JADWAL RILIS! Timeline Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kemenag 2025

Salah satu siswa, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa ia telah mempersiapkan diri dengan baik dan memiliki rekam akademik yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi.

Orang tua siswa juga menyampaikan kekecewaannya. Seorang wali murid menilai bahwa kesalahan ini semestinya tidak terjadi jika ada pengawasan yang lebih ketat dari pihak sekolah.

Menanggapi kejadian ini, pihak Dinas Pendidikan setempat berencana untuk melakukan evaluasi terhadap prosedur administrasi di sekolah-sekolah lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Karena Aktor A Business Proposal Versi Indonesia, Falcon Pictures Rilis Surat Terbuka Terkait Hal Tersebut!

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh sekolah lebih berhati-hati dalam mengurus administrasi pendidikan agar tidak menghambat peluang siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.***