POJOKSATU.ID - Falcon Pictures, salah satu rumah produksi ternama di Indonesia, baru-baru ini merilis surat terbuka kepada publik terkait adaptasi webtoon A Business Proposal.

Surat ini muncul di tengah perdebatan dan kritik dari penggemar yang membandingkan versi adaptasi dengan cerita aslinya, baik dalam bentuk webtoon maupun drama Korea yang sebelumnya sukses besar.

Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial, Falcon Pictures menjelaskan alasan di balik keputusan mereka untuk mengadaptasi cerita tersebut, serta menanggapi kritik yang muncul.

Baca Juga: Trailer Film Remake 'A Business Proposal' Rilis, Penggemar Drakor Soroti Pemilihan Abidzar untuk Perankan Sosok Kang Tae Moo

Falcon Pictures menegaskan bahwa adaptasi A Business Proposal dilakukan atas dasar kecintaan terhadap cerita aslinya.

Dalam proses produksinya, mereka melibatkan lebih dari 100 kru dan 20 seniman, termasuk aktor-aktor ternama seperti Indro Warkop.

Menurut pernyataan Falcon, mereka sangat berhati-hati dalam proses produksi untuk memastikan bahwa hasil adaptasi tetap menghormati cerita asli.

Mereka juga menekankan bahwa pembuatan film ini dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai yang relevan dengan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Agnez Mo Didenda Rp1,5 Miliar Gegara Melanggar Hak Cipta, Ahmad Dhani : Saya Setahun Berusaha Menghubungi Agnez, Tapi Tidak Direspon

Beberapa penggemar mengungkapkan kekecewaan karena adanya perbedaan antara versi film dan versi aslinya hingga terkiat sikap aktornya.

Falcon Pictures menjawab bahwa setiap adaptasi memiliki pendekatan tersendiri, dan tidak semua elemen dari sumber asli dapat dipertahankan sepenuhnya.

Mereka juga menegaskan bahwa film ini tetap mempertahankan unsur romantic-comedy yang menjadi daya tarik utama cerita aslinya.

Selain itu, kritik lain datang dari fakta bahwa beberapa aktor yang berperan dalam film ini tidak menonton drama Korea A Business Proposal sebelum syuting.

Falcon menjelaskan bahwa hal ini bukan karena kesombongan, melainkan karena strategi pendekatan akting yang dipilih oleh masing-masing aktor.

Mereka menekankan bahwa ada berbagai metode akting yang bisa digunakan, termasuk menghindari referensi langsung agar bisa memberikan interpretasi yang lebih orisinal.

Permintaan Maaf dan Komitmen Falcon Pictures

Dalam surat terbuka ini, Falcon Pictures juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang merasa kecewa.

Mereka mengakui bahwa ada pernyataan atau tindakan yang mungkin tidak tepat, dan mereka berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan serta memberikan yang terbaik dalam produksi film ini.

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa seluruh tim yang terlibat dalam produksi ini telah bekerja keras untuk menghasilkan adaptasi yang berkualitas.

Falcon Pictures berharap bahwa penonton dapat menikmati film ini tanpa mengesampingkan esensi dari cerita aslinya.

Baca Juga: Putusan Pengadilan, Agnez Mo Dituntut BERSALAH, Pelanggaran HAK CIPTA, Harus Bayar Royalti Rp 1,5 Miliar

Reaksi Publik terhadap Surat Terbuka Falcon Pictures

Setelah dirilisnya surat terbuka ini, tanggapan dari netizen beragam. Sebagian penggemar mengapresiasi sikap terbuka dan permintaan maaf yang disampaikan oleh Falcon Pictures.

Mereka menghargai usaha Falcon dalam memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait berbagai kritik yang muncul.

Namun, ada juga yang tetap skeptis terhadap adaptasi ini dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa film tersebut tidak akan mampu menangkap esensi cerita asli.

Beberapa pengguna media sosial menyatakan bahwa mereka tetap lebih memilih versi drama Korea karena sudah terbukti sukses secara global.***