POJOKSATU.id — Mahasiswa Program Studi Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar seminar bertajuk Student for Justice in Palestine pada Selasa (28/1/2025).
Acara yang berlangsung di Ruang Kelas 304 Gedung FISIP ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, tokoh agama, profesional, dan aktivis sosial.
Seminar ini menghadirkan Ustadz Samsam Nurhidayat sebagai narasumber utama serta mendapat dukungan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Albunyan dan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI).
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan diskusi panel, tetapi juga penampilan seni, penggalangan donasi untuk Palestina, serta deklarasi pembentukan Indonesian Student Association for Justice in Palestine (ISAJIP) Chapter Bogor.
Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan.
"Kami akan selalu membersamai mahasiswa dan siswa yang peduli dengan masalah kemanusiaan dan keadilan, serta menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk mencapai kebebasan, kesetaraan, dan hak asasi manusia," ujarnya.
Ketua Pelaksana Acara, Fakhriza Trinanda Putra, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya solidaritas bagi Palestina.
"Permasalahan yang terjadi di Palestina bukan sekadar permasalahan agama, melainkan permasalahan hak asasi manusia yang direbut, diinjak, dan dihancurkan oleh Israel," jelasnya.
Seminar ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Pancasila yang diampu oleh Berry Sastrawan, S.Sos., M.A.P. Menurut Berry, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Melalui seminar ini, kami berharap lahir lebih banyak generasi muda yang kritis, peduli, dan berani mengambil sikap dalam membela keadilan.
Sebab, Palestina bukan sekadar isu internasional, tetapi juga panggilan moral bagi kita semua. Terakhir, saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pimpinan Yayasan PSPIAI, Pimpinan Universitas Djuanda, dan Struktural FISIP UNIDA yang telah mendukung acara ini,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Ustadz Samsam Nurhidayat menyoroti hubungan historis Indonesia-Palestina serta pentingnya dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina berdasarkan amanat konstitusi.
"Dalam Pembukaan UUD 1945 sudah ditegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan Palestina hingga kini masih menjadi salah satu negara yang terjajah," ungkapnya.
Deklarasi ISAJIP Chapter Bogor diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus menggalang solidaritas dan menyuarakan keadilan bagi Palestina.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNIDA menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. ***



