POJOKSATU.id - Kabar guru Hendra resign sebagai seorang guru beberapa hari terakhir membuat heboh dunia pendidikan.

Di media sosial, banyak sekali rekan guru seprofesi yang sangat menyayangkan keputusan guru Hendra resign sebagai guru.

Padahal, guru Hendra adalah seorang guru yang sudah bertatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2020 lalu.

Baca Juga: Polda Sumut Panggil Bupati Madina, 3 Kali Diperiksa Kasus PPPK Tahun 2023

Dia juga merupakan guru bersertifikasi sejak 2022 lalu.

Disebut-sebut, Hendra memilih resign karena sudah tak tahan dengan lingkungan kerja yang toxic.

Karena itu ia memutuskan resign dan memilih meninggalkan posisi yang sangat diidam-idamkan guru itu.

Padahal sebagai guru PNS dan bersertifikasi, guru Hendra memiliki gaji tetap dan berbagai tunjangan yang melekat.

Baca Juga: Pengumuman Kelulusan Piloting 3 PPG Guru Tertentu 2024 Dimajukan 14 atau 17 Desember? Atau Diundur 23 Desember? Awas Kena Prank Nasional Jilid II

Selain itu, sebagai guru dengan sertifikat pendidik, ia juga mendapatkan tambahan penghasilan berupa tunjangan sertifikasi.

Sebagai PNS, Hendra juga dijamin mendapat gaji pensiun setelah nantinya purna bakti.

 

Profil Guru Hendra

Untuk diketahui, Hendra memiliki nama lengkap Hendra Brudy, seorang guru muda sekaligus konten kreator.

Karena rutin membuat konten seputar dunia pendidikan, Hendra bahkan sampai mendapat nama panggilan sebagai GKK alias Guru Konten Kreator.

Konten-konten seputar dunia pendidikan yang dibuat Hendra itu diunggah melalui dua akun media sosialnya.

Yakni TikTok dan Instagram dengan masing-masing followers mencapai 875,2 ribu dan 618 ribu pengikut.

Dalam setiap kontennya, pria berusia 29 tahun itu selalu menyajikan pesan-pesan positif.

Baca Juga: Waduh Langsung Diungkap Oleh Tim Penguji, PPG Piloting 3 Ada Peserta yang Terancam Tidak Lulus, Penyebabnya Ini Lho Ternyata!

Mulai dari sekedar tips belajar sampai informasi edukatif lainnya.

Namun pada pada 8 Desember 2024, Hendra mengumumkan keputusan mengejutkan.

Dimana ia menyampaikan dirinya resmi resign dari profesinya sebagai guru PNS dan bersertifikasi.

Keputusan pria yang akan gebap berusiap 30 tahun pada 2025 mendaatang itu tentu saja banyak disesalkan para guru.

Baca Juga: Penilaian UKPPPG Piloting 3 Selesai Dilakukan, Tahapan Berikutnya Ternyata Tidak Langsung Pengumuman Kelulusan, Ini Infonya!

Bukan saja karena status PNS dan bersertifikasi, tapi juga lantaran konten-kontennya yang jadi insipirasi.

 

Alasan Hendra Brudy Resign

Melalui akun TikTok-nya, Hendra menceritakan alasan memilih resign sebagai guru meski sudah berstatus PNS dan memiliki sertifikat pendidik alias serdik.

Dalam video tersebut, Hendra dengan tegas menyatakan bahwa keputusan mundur ini didasarkan pada ketidaknyamanan yang dirasakannya di lingkungan kerjanya.

Ia menyebut bahwa lingkungan kerjanya sudah sangat toxic sehingga membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

Hendra menyatakan, keputusan ini diambil karena ia ingin fokus pada hal yang lebih sesuai dengan passion dan visinya.

Sebagai seorang konten kreator, ia merasa punya peluang untuk menjangkau lebih banyak orang dan memberikan dampak yang lebih luas melalui media sosial.

Dia menyebut bahwa dalam menjalani profesi sebagai guru, yang paling utama adalah kepuasan batin.

Akan tetapi sayangnya ia sudah tidak lagi bisa mendapat kenyamanan sampai akhirnya memilih resign.

Baca Juga: INFO PENTING! Tahun 2025 Tidak Ada Lagi PPG Piloting, Begini Pelaksanaannya

Kendati demikian, ia optimis bisa berkembang dan melanjutkan impiannya meski keluar dari zona nyaman.

Beredar kabar, lingkungan toxic yang disebut Hendra didasari karena sifat iri dengki dari rekan sejawatnya sendiri.

Alasannya tidak lain karena Hendra memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dibanding rekan-rekan sejawatnya.

Sumber penghasilan itu didapat melalui konten-konten yang ia buat dan diunggah di akun media sosialnya.

 

Siapa yang Toxic?

Keputusan guru Hendra resign ini banyak mendapat tanggapan dari para guru, meski juga ada pro kontra.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Seleksi PPPK Langkat, Syah Afandin Diperiksa Polda Sumut

Salah satunya juga ikut ditanggapi Ketua Forum Guru Prioritas Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS), Hasna.

Melalui akun media sosialnya, Hasna juga menyinggung soal lingkungan kerja guru di sekolah yang toxic.

Hasna pun menyoroti kondisi yang membuat guru kehilangan kenyamanan ketika di sekolah.

"Banyak terjadi ketidaknyamanan di sekolah," tulisnya dikutip Pojoksatu.id, Jumat 13 Desember 2024.

"Tetapi sebagai honorer atau GTY tetap semangat bertahan dengan harapan akan ada kebijakan pemerintah yang terbaik untuk semuanya," sambungnya.

Hasna lantas mengingatkan guru senior dan kepala sekolah agar berhenti menyakiti rekan-rekan sejawat.

"Untuk semua senior dan KS tolong stop bullying atau menyakiti hati teman-teman sejawat, baik guru honorer, guru GTY ataupun guru yang ASN baru bergabung," ingatnya.

Baca Juga: Berapa Nilai Ambang Batas pada Seleksi Kompetensi PPPK 2024?

Ia menyarankan agar mereka bisa diberikan kesempatan untuk memberikan warna bagi dunia pendidikan Indonesia.

"Berikan kesempatan mereka mengeksplorasi potensi dirinya supaya sekolah maju pendidikan juga lebih berwarna," tegas dia.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah membantu dan memperjuangkan guru dan tendik sampai mendapat SK pengangkatan.

"Ingat ada tabur tuai, ingat ada anakmu, ponakan-ponakanmu, juga keluargamu yang lainnya," ingatnya lagi.

Baca Juga: Penting! Pahami Penyebab Silang Merah pada SIMPKB dan Solusinya Bagi Calon Guru PPG Guru Tertentu!

Sebagai senior sudah semestinya bisa memberikan contoh serta berbagi pengalaman.

"Jadi positif thinking, berkarakter memanusiakan manusia, rangkul anak buahmu, buat seperti anakmu sendiri,"

"Jangan hambat mereka menjadi ASN, mudahkanlah langkah mereka menuju ASN, PPG, juga CGP, kolaborasi dengan baik." tegasnya lagi.

Hasna juga mengingatkan bahwa jabatan hanyalah titipan sementara dan bisa diambil kapanpun.

"Untuk Guru Penggerak jika menjadi KS atau pengawas tolong rangkul bawahanmu, hargai dan jaga perasaan mereka," saran dia.

"Suatu hari jika Snda pensiun kebaikanmu menjadi panutan dan segala kebaikan dan ilmumu menjadi amal jariyah,"

"Berikan contoh pemimpin yang benar-benar memanusiakan manusia terimakasih," tandasnya.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS

Setoxic itu kah dunia pendidikan kita sampai membuat seorang guru muda memilih resign meski berstatus PNS dan bersertifikasi seperti guru Hendra Brudy?***