POJOKSATU.id - Usai Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 RI, isu janji tambahan gaji guru Rp2 juta kembali mencuat.

Janji tambahan gaji guru Rp2 juta ini sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Hashim saat itu menjanjikan tambahan gaji guru sebesar Rp2 juta per bulan mulai Oktober 2024, bertepatan dengan pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden.

Dalam janjinya, Hashim berharap tambahan gaji ini bisa meningkatkan kesejahteraan guru sehingga berdampak positif pada kualitas pendidikan nasional.

Baca Juga: 'Ospek' Kabinet di Akmil, Prabowo Bantah Militeristik tapi Ini The Military Way, Apa Itu?

Hashim juga menyatakan, Prabowo-Gibran akan memperbaiki penghasilan guru dengan tetap memperhatikan kondisi kuangan pemerintah.

Kendati demikian, adik Prabowo itu yakin pemerintah bisa memberikan tambahan gaji guru, baik guru ASN maupun guru non ASN.

Setelah resmi dilantik, janji ini kembali ramai diperbincangkan para guru.

Di berbagai grup media sosial, video Hashim yang merekam janji tersebut kembali banyak beredar luas.

Baca Juga: Prabowo Buka Pembekalan Kabinet Merah Putih di Magelang, Pembicara Melibatkani Instansi Polri, BPK, dan Kejaksaan Agung

Tentu saja tambahan gaji ini sangat diharapkan para guru.

Bukan saja yang sudah berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Terlebih sangat diharapkan oleh guru honorer yang penghasilannya sangat jauh dari pantas.

Setelah Prabowo-Gibran resmi dilantik dan jajaran Kabinet Merah Putih dibentuk, janji itu ditagih.

Nomenklatur kementerian yang mengurus bidang pendidikan saat ini adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipimpin Abdul Mu'ti.

Lalu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dipimpin Satryo Sumantri Brojonegoro.

Wakil Ketua ASN PPPK Sumatera Selatan, Susi Maryani menegaskan, janji ini sangat dinantikan realisasinya.

Susi menekankan, pendidikan dasar dan menengah merupakan pondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga: Usai Tiga Hakim dan Pengacara, Kejagung Sebut Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Suap Ronald Tannur

Menurutnya banyak permasalahan pendidikan yang harus dibenahi.

Dimana guru menjadi kunci dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Guru yang sejahtera, berkualitas, dan terlindungi menjadi sasaran penting yang perlu menjadi prioritas dalam program kerja Kemendikdasmen.

"Tanpa perbaikan tingkat penghasilan yang memadai, maka guru berkualitas dan berkompeten akan cukup sulit terwujud," tegas Susi, dikutip Pojoksatu.id dari JPNN, Jumat 25 Oktober 2024.

Berdasarkan data, masih sangat banyak guru yang mendapat honor yang jauh di bawah UMR.

Baca Juga: Pramono Anung Gagas Sarapan Gratis Sabagai Pelapis Makan Siang Gratis Prabowo

Ini menekankan bahwa kesejahteraan guru menjadi sangat penting.

Janji yang diucapkan Hashim saat pilpres lalu, tentu saja jadi harapan perbaikan kesejahteraan guru di Indonesia.

"Semoga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang baru diharapkan dapat memperjuangkan perbaikan penghasilan para guru secara konkret," ucapnya.

Hal penting lain yang juga harus jadi fokus adalah peningkatan kompetensi sekaligus perlindungan hukum bagi guru.

Kondisi ini berkaca pada kasus terbaru yang dialami guru Supriyani dari Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Karena itu, Susi menegaskan perlindungan hukum bagi guru harus pula diberikan oleh pemerintah untuk memastikan para guru aman dan nyaman saat menjalankan tugas profesinya.

"Selain organisasi guru PGRI, negara pun seyogyanya turut hadir untuk memberikan perlindungan hukum bagi guru," ujar dia.

Sementara Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pernyataan sebelumnya mengungkap sejumlah fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca Juga: Belum Ada Pendampingan, PGRI Sebut Akan Pantau Perkembangan Kasus Guru Honorer Pengungkap Dugaan Korupsi Seleksi PPPK Langkat

Diantaranya adalah peningkatan kualitas guru dengan 3 hal untuk mencapai target itu.

Pertama, peningkatan kualitas guru matematika yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan numerasi murid.

Kedua, peningkatan kualitas guru IPA, sesuai dengan prioritas pemerintah untuk peningkatan kemampuan siswa dalam bidang sains dan teknologi.

Ketiga, peningkatan bimbingan konseling (BK) melalui dua pendekatan.

Yakni peningkatan kualitas guru BK dan pelatihan untuk guru-guru bidang studi untuk memiliki kemampuan konseling.

Baca Juga: Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Seleksi PPPK Kabupaten Langkat, Guru Honorer Dilaporkan Ke Polisi. Begini Respon Komnas Perempuan

Peningkatan kualitas guru ini, juga dipastikan akan diikuti dengan peningkatan gaji dan kesejahteraan guru di tahun 2025.

Karena logikanya, ketika kualitas guru ditingkatkan, maka juga diikuti kenaikan gaji guru.

Demikian pula dengan sebaliknya, ketika gaji guru naik, maka harus diikuti dengan kenaikan kualitas guru itu sendiri.

"Harapannya, ketika kesejahteraan guru meningkat dapat diikuti dengan semangat mendidik yang meningkat. Dengan guru yang berkualitas, maka proses dan hasil pembelajaran pun akan berkualitas," papar dia.

 

Sebagai informasi, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Sementara jajaran Kabinet Merah Putih resmi dibentuk sehari setelahnya pada 21 Oktober 2024.

Meski sudah memasuki munggu akhir Oktober, tapi tanda-tanda tambahan gaji guru Rp2 juta seperti janji yang diutarakan Hashim Djojohadikusumo belum ada kejelasan.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS

Apakah tambahan gaji guru Rp2 juta per bulan yang dijanjikan itu akan direalisasikan pada 2025 mendatang?***