POJOKSATU.id - Bagi para guru honorer, ada kabar baik yang disampaikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan, perekrutan guru honorer jadi aparatur sipil negara atau ASN, tidak akan berakhir di 2024 ini.

Abdul Mu'ti malah memastikan bahwa tahun 2025 pemerintah akan melaukan penambahan jumlah guru ASN.

Tidak hanya itu, untuk gaji dan tunjangan bagi guru ASN angkatan 2025 pun sudah dialokasikan di Rencana APBN 2025.

Baca Juga: Begini JALANNYA SIDANG Kasus Guru Supriyani, Didakwa UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Pengacara Ajukan KEBERATAN

Dengan demikian, guru honorer apes yang belum atau tidak terakomodir pada seleksi PPPK 2024 tidak perlu khawatir.

Sebab pada 2025 pemerintah kembali membuka kesempatan yang sama untuk diangkat sebagai guru ASN.

Kepastian itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam silaturahmi dengan media di Kantor Kemendikdasmen, pada Rabu 23 Oktober 2024.

Dalam penyampaiannya, terkait hal ini, Abdul Mu'ti mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memberikat amanatnya.

Baca Juga: Supriyani DAPAT JAMINAN AFIRMASI Jadi Guru PPPK Dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Tapi Tetap Jalani Dulu Sidang, Harus Ada KEPASTIAN HUKUM

Amanat Presiden Prabowo itu berkaitan dengan fokus yang harus dikerjakan Kemendikdasmen ke depan.

"Presiden memberikan amanah agar Kemendikdasmen fokus pada pemenuhan hak pendidikan bagi semua negara dan peningkatan sarana prasarana pendidikan, termasuk di dalamnya peningkatan kualitas guru," beber dia.

Soal peningkatan kualitas guru, Menteri Mu'ti memastikan akan sejalan dengan kesejahteraan guru.

Dia menekankan, tidak mungkin menuntut guru berkualitas jika kesejahteraannya tidak diperhatikan.

Namun sebaliknya, ketika guru sudah disejahterakan, maka otomatis wajib dibarengi dengan peningkatan kualitas guru.

Pertanyaannya, berapa jumlah pasti kebutuhan guru pada 2025?

Soal hal ini, Menteri Mu'ti belum bisa menjawab dan memastikan berapa guru honorer yang akan diangkat jadi ASN.

Namun dia menyatakan bahwa saat ini tengah dilakukan penggodokan.

Baca Juga: SIDANG Supriyani Dibuka, RIBUAN Massa Padati PN Andoolo, Jangan Sampai Ada SUPRIYANI-SUPRIYANI Lainnya

Baik untuk guru dengan status pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Dasar penambahan guru ASN pada 2025, lanjut dia, juga tetap akan dilihat berdasarkan alokasi anggaran.

Termaasuk juga disinkronasi dengan jumlah siswa, jumlah guru yang tersedia serta mata pelajaran (mapel).

Mu'ti juga menyampaikan soal nasib guru serdik atau sertifikat pendidik.

Baca Juga: SAATNYA Guru PERJUANGKAN NRG Setelah Lulus PPG, Simak Ringkasan Langkah Mendapatkan NRG

Apakah guru serdik tetap akan bisa diangkat sebagai guru ASN seperti rencana di era Nadiem Makarim?

"Untuk pengangkatan ASN PPPK dari guru honorer dan yang besertifikasi pendidik akan kami lanjutkan. Anggarannya pun sudah tersedia di 2025," jawab dia.

 

Fokus Peningkatan Kualitas Guru 3 Mapel

Selain memperluas akses, Menteri Mu'ti menyoroti bahwa kualitas pendidikan juga ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi standar.

"Presiden telah menekankan bahwa anggaran pendidikan harus diprioritaskan dalam APBN," ujarnya.

Untuk hal ini, Kemdikdasmen akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan ruang kelas dan perbaikan fasilitas pendidikan dapat berjalan efektif.

Lebih lanjut, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus utama Kemendikdasmen.

Pertama, peningkatan kualitas guru matematika yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan numerasi murid.

Baca Juga: BACALAH, Materi Soal AKGTK Madarasah 2024, Lalu Downoad 10 Link File PDF CONTOH SOAL AKGTK, Persiapan 29 Oktober Tes Pelaksanaan

Kedua, peningkatan kualitas guru IPA, sesuai dengan prioritas pemerintah untuk peningkatan kemampuan siswa dalam bidang sains dan teknologi.

Ketiga, peningkatan bimbingan konseling (BK) melalui dua pendekatan, yaitu peningkatan kualitas guru BK dan pelatihan untuk guru-guru bidang studi untuk memiliki kemampuan konseling.

"Jadi, pendidikan tidak hanya sekadar mengajarkan dan mentransformasikan ilmu, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan nilai dalam setiap bidang studi," terang dia.

Baca Juga: Sepeninggal Nadiem, Abdul Mu'ti HAPUS KURIKULUM MERDEKA sampai PPDB ZONASI? Honor Guru Disinggung, Pokoknya Kebijakan yang KONTROVERSI

Dia juga menilai, tingginya angka bully atau perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, disebabkan karena kurangnya guru BK.

"Semua (guru) mapel akan kami berikan pelatihan konseling karena ini penting sekali," tandasnya.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS

Jika menilik pada pernyataan diatas, maka bisa diambil kesimpulan bahwa nantinya semua guru honorer akan diangkat sebagai guru ASN.

Sehingga bagi guru yang tidak atau belum terakomodir melalui seleksi PPPK 2024 tidak perlu khawatir.

Demikian juga dengan guru pemegang serdik atau lulusan PPG Prajabatan yang juga bisa diangkat sebagai guru ASN.

Itulah informasi  bocoran langsung dari Mendidasmen Abdul Mu'ti soal nasib baik guru honorer siap-siap diangkat jadi ASN pada 2025 mendatang.***