POJOKSATU.id - Video yang menampilkan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo menjanjikan kenaikan gaji Rp2 juta per bulan mulai Oktober 2024, kembali viral.

Hashim menerangkan, tambahan gaji Rp2 juta per bulan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru, yang pada waktunya akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan nasional.

Soal pernyataan itu, Hashim kemudian menegaskan pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka akan memperbaiki kondisi upah guru dan honorer, namun tetap menyesuaikan kondisi anggaran pemerintah.

"Ini juga secara pelan-pelan kita akan tanggulangi, tapi ini semua adalah kita sesuaikan dengan anggaran yang diatur pemerintah yang sekarang. Itu realita fiskal," ungkapnya.

Baca Juga: Tembus Rp6 Jutaan, Gaji Guru PNS 2024 Resmi Dirombak Kemenkeu, Segini Nominal Terbaru per Golongan

Meski begitu, ia mengaku optimis kemampuan negara bisa memenuhi program penambahan gaji dan THR yang akan diberikan kepada guru negeri dan non ASN.

"Tapi saya bisa laporkan kepada bapak ibu, saya selaku Dewan Pembina, saya juga optimis mengenai kemampuan negara untuk membiayai program-program ini," imbuh Hashim.

Tak ingin janji itu meleset, Forum Guru Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGBSN) Kota Bandung menegaskan penambahan penghasilan Rp2 juta per bulan mulai Oktober 2024 menjadi catatan bagi guru yang menolak lupa.

"Kami menyambut dengan sangat baik realisasi janji kampanye Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming yang akan lebih memperhatikan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia," ujar Ketua FGBSN Kota Bandung, Astri Winarti Widiastuti kepada pojoksatu.id pada Senin (30/9/2024).

Baca Juga: Gaji Guru Naik pada Oktober 2024 saat Prabowo-Gibran Dilantik? Guru Serdik dan Non Serdik Guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK Naik Semua

Astri menyebut, rencana kenaikan gaji sebesar Rp2 juta per bulan yang dijadwalkan mulai Oktober, baik untuk guru ASN maupun non-ASN, adalah langkah yang sangat dinantikan oleh seluruh tenaga pendidik.

Pendidik yang akrab dipanggil Acy itu mengungkapkan, kenaikan ini tidak hanya akan meringankan beban hidup, khususnya bagi guru honorer yang selama ini mendapatkan gaji yang minim.

"Jika terwujud, langkah itu juga merupakan penghargaan yang layak diterima bagi profesi guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa," tegas Acy.

Dibeberkan Acy, saat ini gaji guru honorer masih jauh dari kata layak. Belum lagi tunjangan untuk guru ASN pun sering kali tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang mereka emban.

"Apalagi jika dibandingkan dengan profesi ASN di bidang kesehatan maupun teknis lainnya," imbuh Acy.

Baca Juga: JANGAN OMON-OMON, Janji GAJI GURU Naik 2 Juta Mulai Oktober 2024 Sudah Dicatat, Guru Menolak Lupa

Kondisi itu juga masih diperparah dengan keterlambatan pembayaran gaji atau tunjangan yang seringkali terjadi setiap bulan. Meski kadang para guru juga tidak pernah menagih.

Demikian juga soal janji penambahan penghasilan Rp2 juta per bulan selama 13 bulan termasuk THR yang dijanjikan Hashim Djojohadikusumo, realisasi itu juga tak pernah ditagih guru, walau menolak lupa dan seperti biasa, hanya bisa ditunggu.

"Kami berharap realisasi kebijakan ini bisa segera berjalan dengan lancar, serta menjadi momentum untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan guru di Indonesia,"tambah perempuan yang juga ketua FG PPPK Bandung Raya.

Acy berharap langkah tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk pembenahan lebih lanjut terhadap sistem kesejahteraan tenaga pendidik secara menyeluruh.

"Kesejahteraan guru adalah investasi penting bagi masa depan bangsa, dan dengan dukungan pemerintah yang lebih baik, kita semua yakin mutu pendidikan di Indonesia akan terus meningkat," tambah guru yang kini tengah menjadi nominator Wardah Inspiring Teacher 2024 itu.

Baca Juga: Kesejahteraan Guru Indonesia Masih Rendah, Gaji Guru Masih di Bawah UMK, GURU KERJA SAMPINGAN Hingga Jadi OJOL, Tapi Mengajar Tetap Menyala!

Terealisasi atau tidak, ia dan para guru yang berada di bawah forum guru, baik itu FGBSN Kota Bandung maupun FG PPPK Bandung Raya percaya langkah ini akan membawa dampak positif yang besar bagi dunia pendidikan Indonesia.

"Terima kasih atas perhatian dan komitmen yang diberikan kepada guru," pungkas Acy.

Melihat pengalaman yang sudah terjadi, tambahan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia biasanya baru bisa berlaku pada tahun anggaran berikutnya sejak diumumkan dalam Nota Keuangan oleh Presiden pada 16 Agustus tahun berjalan.

Kenaikan gaji tahun 2024 misalnya, diumumkan Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2023 dan baru berlaku pada Januari 2024.

Dengan demikian, bisa saja skenario penambahan gaji bagi guru akan langsung diterapkan sesuai jadwal yang diumumkan oleh TKN Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Cerita Mantan Kepsek Perjuangkan Gaji Guru yang Terlambat di Kabupaten Bogor, Guru Diminta Pahami Skema Gaji dan Tunjangan 2024

Namun juga tidak menutup kemungkinan pembahasan baru akan dimulai pada Oktober, sedangkan implementasinya boleh jadi ditunda hingga tahun berikutnya.

Meski begitu, Hashim kembali menegaskan bahwa apa pun skenarionya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Baca Juga: SILAKAN GURU MENILAI! Jawaban Para Capres Soal Gaji Guru dan Beban Administrasi, Pejuang Poin RHK Bisa Bernafas Lega

Ia memastikan bahwa anggaran untuk program tersebut akan terlaksana di masa depan jika Prabowo terpilih sebagai presiden.

"Program itu pasti akan dilaksanakan oleh Pak Prabowo bersama timnya," tegas Hashim.

Janji politik Prabowo lainnya ditujukan bagi kaum ibu yang masih menyekolahkan anaknya, akan diberikan satu kali makan gratis di sekolah setiap harinya. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.