POJOKSATU.id – Hasil evaluasi pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2023 mengungkapkan bahwa sekitar 5% peserta PPG bagi Calon Guru berasal dari lulusan non-kependidikan.
Peserta PPG Calon Guru ini menghadapi tantangan besar dalam memahami dasar-dasar pedagogi, yang merupakan landasan penting dalam proses pembelajaran dan asesmen.
Karena itu, Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) membuat program matrikulasi PPG sebagai langkah awal yang esensial sebelum peserta melangkah lebih jauh dalam program PPG Calon Guru.
Matrikulasi: Langkah Awal Pemahaman Pedagogi
Matrikulasi PPG dirancang khusus bagi lulusan sarjana non-kependidikan atau lulusan yang tidak sesuai dengan bidang studi PPG yang mereka tuju.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar tentang konsep-konsep pembelajaran dan asesmen yang krusial.
Dengan pemahaman ini, peserta diharapkan dapat mengikuti program PPG dengan lebih baik dan siap menghadapi tantangan dalam dunia pendidikan.
Pada tahun 2024, matrikulasi ini akan diikuti oleh 5.909 peserta. Dari jumlah tersebut, 2.116 peserta berasal dari lulusan non-kependidikan, sementara 3.793 lainnya adalah lulusan S1/D4 yang memilih jurusan PGSD meskipun tidak berasal dari latar belakang PGSD.
Metode Pelaksanaan Matrikulasi
Matrikulasi akan dilaksanakan secara daring melalui fitur Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Dengan menggunakan pendekatan microlearning, materi disajikan dalam bentuk yang ringkas dan mudah dicerna, sehingga peserta dapat menyerap konsep-konsep penting dengan lebih efektif.
Materi matrikulasi dibagi sesuai dengan bidang studi yang diambil peserta, yang mencakup empat kategori utama:
- PAUD: Khusus bagi peserta yang mengambil bidang studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
- SD: Untuk peserta yang memilih jurusan PGSD.
- UMUM: Diperuntukkan bagi peserta yang mengambil bidang studi di SMP atau SMA.
- SMK: Untuk peserta yang mengambil bidang studi vokasi di SMK.
Topik Pembelajaran Matrikulasi
Dalam matrikulasi ini, peserta akan mempelajari tiga topik utama pembelajaran Matrikulasi yang menjadi fondasi penting dalam pendidikan. Berikut topik pembelajaran matrikulasi PPG Calon Guru:
1. Kurikulum Merdeka (3 JP)
Peserta akan diajak memahami makna kurikulum dalam pendidikan serta bagaimana pembelajaran diimplementasikan berdasarkan Kurikulum Merdeka yang kini menjadi standar di Indonesia.
2. Perencanaan Pembelajaran (4 JP)
Topik ini akan memandu peserta dalam merancang pembelajaran yang efektif. Pembelajaran ini dipecah menjadi modul-modul yang membahas tentang kurikulum operasional di satuan pendidikan, cara merancang pembelajaran yang sesuai dengan satuan pendidikan masing-masing, serta pentingnya refleksi dalam proses pembelajaran.
3. Asesmen (4 JP)
Peserta akan belajar tentang bagaimana melakukan asesmen yang tepat dalam proses pendidikan, mulai dari memahami konsep asesmen, menyiapkan asesmen yang sesuai dengan satuan pendidikan, hingga cara memanfaatkan hasil asesmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Alur dan Proses Matrikulasi
Pelaksanaan matrikulasi mengikuti alur yang telah ditetapkan. Pertama, peserta akan mendapatkan notifikasi melalui dasbor SIMPKB tentang kewajiban mengikuti matrikulasi.
Setelah itu, peserta dapat login ke Platform Merdeka Mengajar menggunakan akun belajar.id dan mengakses topik-topik matrikulasi yang tersedia.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, peserta diwajibkan untuk mengunggah tugas akhir berupa peta konsep melalui Google Form yang telah disediakan.
Kegagalan menyelesaikan matrikulasi ini akan berdampak serius, yaitu peserta tidak dapat mengakses Learning Management System (LMS) Pembelajaran PPG yang menjadi platform utama dalam program PPG.
Informasi lebih lanjut dan panduan lengkap tentang penggunaan fitur matrikulasi dapat diakses melalui tautan: [Panduan Matrikulasi PPG]
Matrikulasi iPPG adalah bagian penting dari persiapan untuk mengikuti program PPG. Dengan memahami alur dan materi yang disediakan, peserta diharapkan dapat mengarungi program PPG dengan lebih siap dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik mengajar yang sesungguhnya. ***




