POJOKSATU.id, JAKARTA—Sebanyak tujuh guru honorer dan pegawai lain di SDN 6 Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, menggelar demo ke Dinas Pendidikan OKI, Senin (12/8) menuntut kepala sekolahnya dipecat.

Ternyata kepala sekolah ini suka main pecat guru honorer. Seorang guru atau tenaga honorer pengelola perpustakaan, Rohani, mau dipecat padahal dia sudah honorer di sana selama 12 tahun.

Ada lagi yang sudah dipecat duluan yaitu dua tenaga honorer di sana yakni penjaga sekolah dan operator SDN 6 Kayuagung.

Ketiga guru honorer ini meminta Dinas Pendidikan OKI mengambil tindakan atau memberikan hukuman kepada Kepsek SDN 6 Kayuagung yang sudah bertindak semena-mena.

Baca Juga: Penyerangan Banser dan Kiai di Karawang, GP Ansor Minta Polisi Usut Pelakunya

Demi menghadapi Kepsek Betty Yulia yang otoriter ini, sejumlah guru SDN 6 Kayuagung menggelar demo di Kantor Dinas Pendidikan, Senin (12/8). Mereka menuntut Kepsek Betty Yulia dipecat.

Tenaga Honorer Pengelola Perpustakaan SDN 6, Rohani mengaku, dia akan dipecat oleh Betty Yulia karena hanya memiliki jenjang pendidikan SPG.

Padahal dia sudah 12 tahun menjadi tenaga honorer di sana dan sudah belasan tahun mengabdi di sana hanya gara-gara dia lulusan SPG.

Rohani hanya berharap bisa diangkat menjadi PPPK tapi kalau dia akan dipecat seperti ini, maka kariernya akan habis.

Baca Juga: Alasan Memilih Burung Garuda Jadi Lambang Negara Indonesia, Hingga Bernama Garuda Pancasila, Baru Resmi Tahun 1950

“Hingga saat ini saya tidak diberi alasan terkait rencana pemecatan itu,” ujarnya.

Pemecatan itu tidak beralasan karena mereka merasa selama ini sudah bekerja sesuai prosedur.

Sementara itu, Ali Akbar, salah satu guru SDN 6 Kayuagung mengatakan, pihak sekolah sudah melakukan mediasi namun tidak menemukan titik terang. Dia berharap Dinas Pendidikan menanggapi dan segera menindaklanjuti keluhan mereka.

Terpisah, Kabid SD Dinas Pendidikan OKI, Turmudik menjelaskan, dirinya sudah menampung aspirasi dari para guru SDN 6 Kayuagung dan akan disampaikan ke Kadis Pendidikan OKI untuk segera ditindaklanjuti. ***