POJOKSATU.id, SETELAH bikin marah publik atas video mengolok-olok dan bercanda tentang penderitaan anak Palestina sambil McDonald, kelima pelajar SMP di Jakarta muncul dengan video permintaan maaf.
Kelima pelajar dari berbagai SMP di Jakarta itu mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram @chirenggs._, yang merupakan peserta didik SMPN 2016, sekaligus yang memposting video mengolok anak Palestina di akunnya.
"Saya di sini mau meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan yang tidak terpuji atas yang saya lakuan, saya benar-benar tidak berniat untuk mmenghina atau melecehkan satu pihak," ujar pelajar SMPN 216 Jakart itu.
Baca Juga: Sempat Unggah Momen Harmonis, Ruben Onsu Dikabarkan Resmi Gugat Cerai Sarwendah di PN Jaksel
Dia mengaku tidak berniat mempublikasikan kejadian itu dengan alasan sikap spontan dan mengunggahnya di akunnya.
"Saya sadar kejadian ini merugikan banyak orang, saya menyesal dan saya benar-benar merasa bersalah. Saya berharap semua ini cepat selesai dan bisa dimaafkan. Saya selalu yang memposting video tersebut memohon maaf," ungkapnya.
Dia berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak melakukan yang sama.
Empat lainnya yang ada di video membuat bercandaan tentang anak Palestina menyampaikan pernyatan yang hampir sama.
Baca Juga: PN Jaksel Benarkan Ruben Onsu Gugat Cerai Sarwendah, Sidang Perdana Bakal Digelar pada 9 Juli 2024
"Saya mengakui kesalahan aya, dan meminta maaaf atas kesalahan saya," ujar pelajar berkacamata.
Tiga lainnya juga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tak manusiawi itu.
"Saya minta maaf, saya sadar itu saya bukan hal yang bisa dibuat bercanda. Maafkan saya, kata-kata saya, agar lebih baik lagi, maaf sebesar-besarnya," ucap remaja lainnya secara berututan.
Seperti diketahui, video mengolok anak Palestina itu dilakukan saat kelimanya baru pulang dari ibadah di gereja. Mereka singgah di resto McDonald, dan memulai video dengan menyebut memakan tulang dan darah anak Palestina.
Baca Juga: Kasus PPPK Langkat 2023 Masuki Babak Baru, Ratusan Guru Honorer Ajukan 121 Bukti ke PTUN Medan
Ada lima remaja yang terlihat di video itu, sedangkan satu lainnya yang merekam dan mengunggah. Satu dari SMPN 216 Jakarta, sementara empat lainnya dari sekolah lain. ***


