POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Kabag Hukum Pemkab Madina Nurkholis memberi tanggapan soal kasus guru Uli Sri Wahyuni lolos PPPK Madina 2023 di SDN 179 Tambangan Tonga dengan nilai CAT paling rendah dibanding peserta lain.

Kabag Hukum Pemkab Mandailing Natal ini meminta semua pihak menghormati proses peradilan yang sedang berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan terkait kasus PPPK 2023 ini.

“Komentar kami selaku Kabag Hukum, mari kita hormati badan peradilan dalam hal ini PTUN Medan yang telah mulai bersidang,” kata Nurkholis SH MH melalui pesan WhatsApp (WA), Minggu (21/4).

Baca Juga: Kabar Terbaru Guru Uli Lolos PPPK 2023 SDN 179 Tambangan, Dapat Nilai CAT Paling Rendah, Tak Ngajar Sedetik pun

Menurutnya, seluruh fakta dan data akan diuji oleh hakim. Yang salah akan salah dan yang benar akan benar.

“Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan menghormati keputusan lembaga peradilan nantinya,” katanya.

Oleh karena guru-guru calon PPPK Madina 2023 telah sepakat menyerahkan persoalan ini ke meja peradilan, hendaknya semua pihak dapat bersabar dan tidak membuat kesimpulan sendiri-sendiri.

“Dan termasuk pembentukan opini di luar peradilan agar dihentikan. Itulah konsekuensi hukum,” katanya lagi.

Baca Juga: Subhanallah, Tabarakallah, Ini Lokasi Sawah PALING ROMANTIS di Bogor, Jadi Sensasi Mewah DI TENGAH SAWAH

Terkait siapa yang hadir nanti di PTUN Medan pada persidangan lanjutan 25 April 2024, apakah Bupati Madina langsung atau ada pihak yang mewakili, Kabag Hukum memberi jawaban begini.

“Kita lihat nanti siapa yang hadir Pak. Yang jelas pihak Pemkab akan aktif sampai persoalan ini selesai demi nyamannya dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Merunut ke belakang, salah satu yang bermasalah dalam seleksi PPPK 2023 Madina tenaga guru adalah SD Negeri 179 Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan.

Seorang guru yang tak pernah mengajar sedetik pun di SD 179 Tambangan dan mendapatkan nilai CAT paling rendah di antara 5 guru peserta seleksi, bisa dinyatakan lolos PPPK 2023.

Guru bernama Uli Sri Wahyuni ini mendapat nilai 503 poin versi CAT BKN. Namun saat pengumuman Pemkab Madina, nilai Uli Sri Wahyuni menjadi 536 dan dinyatakan lolos PPPK 2023.

Baca Juga: Beda Jauh Imbauan Prabowo dan Anies Baswedan untuk Pendukungnya Jelang Putusan MK 22 April

Guru Uli Sri Wahyuni ini juga di keterangan pelamar PPPK masuk kategori P3 atau dianggap sudah mengajar lebih 3 tahun.

Sementara masih ada empat guru lain yang nilai CAT BKN-nya di atas guru Uli Sri Wahyuni. Guru Rosni Lubis mendapat 576 poin, Mustofa Lubis 567 poin, Eva Novita 561 poin, Ahmad Seikhu 555 poin. Dan Mustofa Lubis juga dinyatakan lolos PPPK 2023.

Diduga Mustofa Lubis dan Uli Sri Wahyuni menyetor sejumlah uang ke oknum pejabat Disdik Madina agar lolos PPPK 2023.

Kepsek Akui Tak Pernah Ngajar

Kepala Sekolah SD Negeri 179 Tambangan, Rusdi Nasution, dihubungi melalui telepon selulernya mengakui bahwa guru Uli Sri Wahyuni tidak pernah mengajar sedetikpun di SD 179 Tambangan.

Rusdi mengaku, guru Uli Sri Wahyuni ini hanya numpang dapodik saja di SD 179 Tambangan.

“Belum pernah (ngajar). Numpang dapodik doang. Ada perjanjian (lisan) saya buat, jangan mengajar di sana kalau nanti menang,” ujar Rusdi, Minggu (21/4).

Baca Juga: Kiky Saputri Minta Maaf ke Ayu Ting Ting, Akui Menyesal Sang Pedangdut Dihujat Gegara Omongannya di depan Nagita Slavina

Menurut Rusdi, operator sekolah yang merupakan paman kandung dari Uli Sri Wahyuni ini lah yang meminta supaya nama Uli Sri Wahyuni ditumpangkan di sana.

“Operator sekolah yang bilang numpang dapodik. Lalu saya katakan supaya ditanyakan dulu ke dinas pendidikan. Ternyata dibolehkan dinas pendidikan, makanya saya terima,” katanya.

Rusdi mengaku, akibat kasus di SD 179 ini, dia sudah dipanggil Inspektorat dan Dinas Pendidikan Madina.

Terkait kedatangan pejabat Disdik Madina pada Selasa (17/4) lalu ke sekolahnya, dia mengatakan hanya sidak saja, bukan Tim Audit Disdik Madina soal PPPK.

“Sidak dinas pendidikan. Menanyakan kehadiran guru-guru. Lengkap dari dinas pendidikan. Bukan audit (Disdik),” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala TK Assyuro Sigalapang Julu, Panyabungan, Saroh, guru Uli Sri Wahyuni ini mengajar di TK yang dibinanya selama dua tahun lebih.

“Pernah mengajar 2 tahun lebih di TK Assyuro, lalu pindah dia ke SD 3 Pasar Lama Panyabungan. Awal tahun 2023 dia pindah dari TK Assyuro. Dia itu menggantikan guru lain (di TK Assyuro),” ujar Saroh.***