POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 pada Senin (26/2/2024).

Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 mencakup jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan PKBM.

Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 ini merupakan acuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik atas sanitasi dan kesehatan di sekolah.

Latar Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 diungkapkan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Iwan Syahril.

Baca Juga: TEMU PENDIDIK NUSANTARA XI, Bu Nunuk Minta Lakukan Pembelajaran BERPUSAT PADA ANAK dan Sekolah Harus Pastikan SISWA BERDAYA, Ini Maksudnya

Banyaknya sekolah yang belum memiliki toilet memadai, kotor dan kurang sehat bahkan tidak ada perawatan rutin, membuat siswa enggan mengakses fasilitas toilet di sekolah.

Iwan menjelaskan kualitas kesehatan murid sebagai peserta didik berhubungan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Sejauh ini, Kemendikbudristek sebenarnya telah mendorong lembaga pendidikan untuk memperbaiki standar kesehatan siswa melalui inisiatif Gerakan Sekolah Sehat (GSS).

GSS ini menitikberatkan pada lima aspek utama, yaitu nutrisi yang sehat, imunisasi yang terpenuhi, kebugaran fisik yang optimal, kesehatan mental yang baik, dan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Baca Juga: Itje Chodidjah Jadi Bintang Temu Pendidik Nusantara XI, Sebut Mendidik Bukan Proses Administrasi dan Indonesia Pelopor Platform Belajar di Dunia

Namun, ia menyebut saat ini sebanyak 3,1 juta anak Indonesia belum memiliki sumber air bersih di sekolahnya.

Lalu, sebanyak 8,9 juta anak Indonesia belum memiliki akses sarana sanitasi yang layak.

Di samping itu, hanya tiga dari empat satuan pendidikan pada semua jenjang yang mempunyai fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

"Kami berharap dengan adanya dokumen peta jalan sanitasi sekolah ini, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030 terkait dengan akses sanitasi sekolah dapat kita capai bersama," ujar Iwan yang hadir secara daring dalam acara Peluncuran Peta Jalan Sanitasi Sekolah di Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Ia melanjutkan, akses sanitasi sekolah yang dimaksud mencakup tiga hal. Pertama, pemenuhan akses air bersih yang layak dan cukup.

Baca Juga: Temu Pendidik Nusantara XI, Ini RAGAM AGENDA Pertemuan Ribuan Rekan Seperjuangan Guru, Peserta yang Ikut TPN XI Pasti DIAKUI di PMM Kemendikbudristek

Kedua, akses sanitasi dasar berupa jamban terpisah dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Ketiga, fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun dan air mengalir.

Dalam konteks lingkungan yang sehat, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk aktif dalam mengubah perilaku hidup menjadi bersih dan sehat (PHBS), termasuk memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai.

Ini mencakup penyediaan akses terhadap air bersih yang mencukupi, keberadaan fasilitas sanitasi dasar seperti toilet yang terpisah dengan kondisi yang baik dan dapat digunakan, serta tersedianya fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan dilengkapi dengan sabun.

Berdasarkan beberapa studi di tingkat global, kegiatan cuci tangan pakai sabun secara rutin dapat menurunkan resiko penyakit diare hingga 47%.

Pembiasaan cuci tangan pakai sabun secara rutin juga bisa menurunkan angka ketidakhadiran peserta didik sampai 50%.

Baca Juga: Viral Jembatan Reyot dan Miring di Cianjur Tetap Dilewati Anak SD, di Sini Lokasinya

Untuk mendukung hal itu, ia berkata Kemendikbudristek sudah menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan berupa menu pembangunan toilet baru dan rehabilitasi toilet.

Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk memberikan perhatian terhadap sanitasi sekolah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, kepala sekolah diharapkan bisa memprioritaskan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk operasional dan perawatan sanitasi sekolah.

"Kerja sama semua pihak akan dapat mewujudkan sekolah-sekolah sehat di Indonesia," sampainya.

Chief of Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) UNICEF Indonesia, Kannan Nadar mengatakan, Kemendikbudristek telah meningkatkan akses WASH di sekolah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Viral Celotehan Anak SD, Bapak Capres Beri Bantuan 2 Juta Perbulan, Saya Kerahkan Anak- Anak Indonesia Coblos Bapak

Ini terlihat dari peningkatan cakupan sanitasi sebesar 15% dan kebersihan sebesar lebih dari 30% sejak 2019.

Meski begitu, sebanyak lebih dari 12 juta anak sekolah tidak memiliki akses ke fasilitas kebersihan tangan dasar.

Selain itu, lebih dari 16 juta anak tidak memiliki akses ke layanan sanitasi dasar.

"Mari kita prioritaskan sekolah-sekolah yang paling membutuhkan dukungan, leaving no vulnerable child behind," pesan dia.***