POJOKSATU.id, MEDAN—Polda Sumut (Poldasu) sudah dua kali disasar demo mahasiswa dan masyarakat yang menuntut Bupati Mandailing Natal (Madina) ditangkap dugaan suap PPPK 2023.
Demo teranyar terjadi pada Kamis (1/2/2024) yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Mandailing Natal Sumatera Utara (AM3SU) di depan pintu masuk Polda Sumut.
Sebelumnya, Senin (29/1/2024) siang, demo terkait PPPK Madina 2023 yang salah satu tuntutannya menangkap Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution, juga digelar di Polda Sumut.
Baca Juga: Karagenan Alor
AM3SU di depan pintu masuk Polda Sumut, menggelar aksi damai meminta Polda Sumut menuntaskan dugaan korupsi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Disdik Kabupaten Madina.
Massa AM3SU memita Polda Sumut memeriksa dan menangkap Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution karena diduga terlibat dugaan korupsi PPPK Disdik Madina 2023.
"Usut tuntas kasus PPPK di Disdik Kabupaten Madina. Penegak Hukum jangan ada yang tebang pilih. Kadisnya sudah diproses, Bupatinya kapan? Kami mendukung polisi memproses Bupati Madina," teriak massa aksi.
Aksi puluhan mahasiswa ini diterima personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, AKP Rismanto Purba.
Baca Juga: Prabowo Sebut Ada Professor Jakarta Tak Paham Hilirisasi Hingga Suka Nyinyir dan Adu Domba
Dia menyampaikan bahwa Polda Sumut sangat serius menangani proses dugaan korupsi PPPK di Dinas Pendidikan Kabupaten Madina.
"Polda Sumut serius menindaklanjuti perkara ini dimana personel telah berada di Madina untuk melakukan penyelidikan," ujarnya.
"Kami sudah menetapkan Kadis Pendidikan Madina sebagai tersangka dan sudah melakukan gelar perkara menetapkan yang awalnya 1 orang menjadi 6 orang tersangka," ungkap AKP Rismanto.
Sekitar tiga hari lalu atau Senin (29/1), puluhan orang mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Masyarakat Madina (Formana) meminta Polda Sumut menangkap Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution.
Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Sumut Ungkap Sudah Tetapkan 6 Tersangka Suap PPPK Madina 2023
Sebab, Bupati Madina diduga kuat ikut andil dalam praktik suap seleksi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Kita datang ke sini (Mapolda Sumut) meminta kepada Bapak Kapolda Sumut untuk menangkap Bupati Mandailing Natal karena diduga ikut andil dalam kasus suap menyuap seleksi pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja," ujar Koordinator Aksi, Arya Pratama Lubis, dalam aksi demo di Mapolda Sumut, Senin (29/1/2024) siang.
Sambil menggunakan sound sistem, massa menyebut telah terjadi dugaan tindak pidana di Kabupaten Madina terkait seleksi PPPK.
Atas dasar itu mereka meminta Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Efendi membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka menduga, Bupati menggunakan jasa lain sebagai kaki tangan.
"Kami juga meminta Bapak Kapolda Sumut supaya menindak Bupati dan Ketua DPRD Madina terkait penyalahgunaan wewenang PPPK di Kabupaten Madina," sebut massa.
Selain itu, massa aksi juga meminta Kapolda Sumut untuk menangkap Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis yang diduga ikut dalam kasus suap seleksi PPPK 2023.***




